Dukung GENCARKAN, OJK Sultra Bersama BPR Bahteramas Konawe Gelar ToT kepada Duta Literasi Keuangan di Kampus Unilaki

waktu baca 3 menit
Rabu, 16 Jul 2025 14:46 24 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KONAWE- Sebagai upaya mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR)  Bahteramas Konawe (Perseroda)  menggelar Training of Trainers (ToT) kepada Duta Literasi Keuangan dengan Segmen Mahasiswa di  Kampus Universitas Lakidende (Unilaki), pada 10 Juli 2025.

Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan dapat mengedukasi dan mendiseminasi informasi tentang literasi keuangan kepada masyarakat luas secara masif dan merata.  GENCARKAN merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, terdapat kesenjangan signifikan antara indeks literasi keuangan (66,46%) dan inklusi keuangan (80,51%) masyarakat Indonesia. Hasil tersebut menunjukkan masih adanya gap antara indeks literasi dan inklusi keuangan sehingga diperlukan upaya dalam mengakselerasi peningkatan pemahaman masyarakat terkait produk dan layanan jasa keuangan secara masif.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bagian Pengawasan PEPK dan LMSt OJK Sultra, Shintia Wijayanti Putri Purnamasari menyampaikan, bahwa  tujuan pelaksanaan ToT kepada mahasiswa adalah untuk meningkatkan literasi keuangan kepada masyarakat melalui peran dari mahasiswa atau anak muda, mahasiswa akan menjadi ujung tombak sebagai duta literasi diharapkan memiliki pengetahuan dan semangat dalam mengedukasi masyarakat.

Mahasiswa juga perlu aware tentang pengelolaan keuangan yang baik sehingga mampu menghindari fenomena over consumerism dan gaya hidup berlebihan. Selain itu, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, tidak dapat dipungkiri banyak modus penipuan baru yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Beberapa modus yang sedang marak terjadi di masyarakat antara lain Impersonation (meniru atau meduplikasi identitas milik entitas berizin atau legal), Penawaran Investasi Dengan Tugas Tertentu (melalui like dari suatu iklan atau video youtube), Penawaran Investasi Berkedok Perdagangan Aset Kripto, Penawaran Investasi Robot Trading/Articial Intelligence, dan Fake SMS Masking, serta yang terbaru Pemalsuan Bukti Transfer Menggunakan AI.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Unilaki dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ToT ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan bisa menjadi duta literasi keuangan kepada keluarganya, rekan mahasiswa lain maupun masyarakat luas. Saat ini marak terjadi kejahatan digital, investasi bodong, pinjaman online ilegal maupun judi online.

Sehingga ia berharap, bahwa mahasiswa bisa mendengarkan dengan baik dan bisa meningkatkan kesadaran dari masyarakat saat ini yang masih banyak menjadi korban. Pihaknya mewakili kampus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada OJK Sultra dan BPR Bahteramas Konawe yang telah menginisiasi kegiatan ini sehingga bisa menambah wawasan bagi mahasiswa Unilaki.

Total peserta yang mengikuti kegiatan ToT ini sebanyak kurang lebih 130 orang yang merupakan mahasiswa dan perwakilan civitas akademika Unilaki. Peserta sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan OJK dan BPR yang terlihat dari beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan antara lain bagaimana tugas dan fungsi OJK serta perlindungan konsumen yang dilakukan  OJK, bagaimana cara membedakan pinjol ilegal dan pinjaman daring yang legal serta peran dalam membasmi aktivitas keuangan ilegal.

Di akhir kegiatan, Kepala Bagian PEPK dan LMSt OJK Sultra menyampaikan harapan agar mahasiswa yang hadir bisa menjadi duta literasi keuangan serta materi yang didapatkan oleh peserta dapat disebarluaskan kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat lain di sekitarnya agar seluruh masyarakat dapat menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak, cerdas dalam pengelolaan keuangan, serta terhindar dari kerugian atas aktivitas keuangan illegal serta waspada judi online dan kejahatan social engineering.

Selain itu, harapan OJK agar para duta literasi keuangan ini dapat terus menggencarkan edukasi keuangan kepada masyarakat dan melaporkan realisasi pelaksanaannya pada pelaporan yang telah disediakan oleh OJK. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA