Ubah Limbah Jadi Cuan, Dosen UHO Dampingi Petani Konda Satu Produksi Pupuk Organik Cair

waktu baca 3 menit
Selasa, 14 Jul 2026 23:12 7 Tim Redaksi

BritaTOP.Com- KONAWE SELATAN – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Halu Oleo (UHO) menghadirkan solusi inovatif bagi petani Desa Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, melalui pendampingan pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) serta peningkatan kualitas pascapanen tanaman sayuran.

Program yang diketuai Prof. Ir. Teguh Wijayanto, M.Sc., Ph.D. ini melibatkan Dr. Abdul Gafaruddin, S.P., M.Si., Dr. Sukmawati Abdullah, S.P., M.Si., Wa Ode Nuraida, S.P., M.P., dan Wa Ode Nafilawati, S.TP., M.Si. sebagai anggota tim.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diberikan penyuluhan, tetapi juga pelatihan dan praktik langsung mengolah limbah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, jerami, hingga sisa tanaman menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan.

Selain itu, tim PKM turut membekali petani dengan teknik penanganan pascapanen, mulai dari sortasi, grading, pencucian, pengemasan, penyimpanan, hingga distribusi hasil panen agar kualitas produk meningkat dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Ketua Tim PKM UHO, Prof. Teguh Wijayanto, mengatakan Desa Konda Satu merupakan salah satu sentra pertanian yang selama ini masih bergantung pada penggunaan pupuk kimia, terutama untuk budidaya jagung dan sayuran.

“Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dapat menurunkan kesuburan tanah. Karena itu, kami menghadirkan teknologi pembuatan pupuk organik cair berbahan limbah rumah tangga sebagai solusi yang murah, mudah diterapkan, sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi tersebut bukan hanya bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong penerapan konsep zero waste dan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Tim PKM juga memberikan pendampingan agar petani mampu mengurangi kehilangan hasil panen (postharvest losses) melalui penerapan teknik pascapanen yang tepat. Dengan demikian, hasil pertanian diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik dan daya saing yang semakin tinggi di pasar.

Prof. Teguh menambahkan, penerapan teknologi sederhana tersebut dapat meningkatkan efisiensi usaha tani, menjaga kesuburan lahan, sekaligus membuka peluang usaha baru melalui produksi pupuk organik cair.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat mampu mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat, meningkatkan hasil pertanian, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa,” katanya.

Antusiasme masyarakat Desa Konda Satu terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Warga aktif mengikuti setiap sesi pelatihan dan praktik pembuatan pupuk organik cair yang nantinya akan diterapkan pada lahan pertanian mereka.

Tim PKM menilai masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga dan teknologi pemupukan organik menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi. Karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Sebagai luaran, program ini menghasilkan publikasi ilmiah pada Jurnal Lebah serta produk pupuk organik cair yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, UHO juga berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).

Tim PKM berharap inovasi pemanfaatan limbah organik ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu mengurangi volume sampah rumah tangga, meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat kesejahteraan petani di Kabupaten Konawe Selatan. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA