Tim PKM UHO Sulap Limbah Kulit Buah Jadi Pupuk Organik Cair, Desa Konda Satu Siap Jadi Pelopor Pertanian Rendah Karbon

waktu baca 3 menit
Selasa, 14 Jul 2026 11:25 4 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KONSEL – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Halu Oleo (UHO) menghadirkan inovasi ramah lingkungan di Desa Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, dengan melatih masyarakat mengolah limbah kulit buah segar menjadi ekoenzim yang dimanfaatkan sebagai Pupuk Organik Cair (POC).

Program ini menjadi solusi atas dua persoalan yang dihadapi masyarakat, yakni tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis yang harganya terus meningkat, serta penumpukan limbah organik dari aktivitas rumah tangga dan pasar yang berpotensi mencemari lingkungan.

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Gusnawaty H.S., S.P., M.P., bersama anggota tim Dr. Resman, S.P., M.Si., Suriana, S.P., M.Si., dan Rachmi Hariaty Hasan, S.Si., M.P.

Prof. Gusnawaty menjelaskan, ekoenzim merupakan hasil fermentasi anaerobik selama tiga bulan menggunakan campuran air, sumber karbon seperti molase atau gula merah, serta limbah kulit buah. Selain menjadi pupuk organik cair, ekoenzim juga berkontribusi dalam mengurangi limbah organik dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan.

“Melalui sentuhan teknologi tepat guna, kita dapat mengubah paradigma masyarakat dari sekadar membuang limbah menjadi menerapkan sistem sirkulasi tertutup (closed-loop system). Ekoenzim ini kaya akan asam organik dan zat pengatur tumbuh yang mampu membantu memulihkan kesuburan tanah, khususnya tanah masam, sekaligus menekan jejak karbon dalam kegiatan budidaya pertanian,” ujar Prof. Gusnawaty.

Pelatihan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Lebih dari 80 persen peserta yang terdiri atas kelompok tani dan perangkat desa mengikuti bimbingan teknis dan praktik langsung pembuatan ekoenzim. Materi yang diberikan meliputi pemilihan bahan baku, komposisi campuran yang tepat, proses fermentasi, hingga teknik penyaringan agar menghasilkan pupuk organik cair yang siap digunakan.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, peserta juga menerima modul panduan teknis sehingga dapat memproduksi ekoenzim secara mandiri. Tim PKM UHO berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan, termasuk menguji efektivitas penggunaan pupuk pada komoditas perkebunan lokal serta membantu pengembangan kemasan dan pemasaran produk agar memiliki nilai ekonomi.

Kepala Desa Konda Satu, Agusalim, S.Sos., M.Ap., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, inovasi pengolahan limbah menjadi pupuk organik cair memberikan manfaat nyata bagi petani sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk organik cair seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petani kami. Melalui sinergi antara akademisi, petani, dan pemerintah desa, kami berharap Desa Konda Satu dapat menjadi pelopor desa mandiri pupuk yang mampu mewujudkan pertanian rendah karbon demi menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Melalui program ini, UHO tidak hanya menghadirkan inovasi berbasis riset di tengah masyarakat, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan, ekonomis, dan ramah lingkungan di Sulawesi Tenggara. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA