Sambut HUT Kemerdekaan RI ke- 80, GMNI Sultra Sukses Gelar Camp Kebangsaan Merah Putih

waktu baca 3 menit
Minggu, 17 Agu 2025 08:38 69 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Camp Kebangsaan Merah Putih. Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke 80 dan Indonesia Bersatu, bertempat di Kolam Retensi Boulevard Kendari, sejak 15- 16 Agustus 2025.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat ideologi dan nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjadi salah satu langkah untuk memperkokoh barisan GMNI di sultra setelah pasca Kongres GMNI XXII di Bandung.

Dalam sambutannya, Kordinator Acara, Al Amin menyampaikan, bahwa Camp Kebangsaan Merah Putih merupakan kegiatan refleksi hari kemerdekaan dalam menyambut HUT RI Ke- 80 bagi anggota dan kader GMNI serta khususnya masyarakat Sultra.

“Pentingnya kader GMNI menerapkan semangat perjuangan Bung Karno serta pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangan kemerdekaan, tak lupa dengan kesadaran ideologis yang kuat,“ ungkapnya kepada media ini, Sabtu (16/8/2025).

Kegiatan ini juga berkolaborasi bersama Ikatan Senam Dance Mix Indonesia Sultra. Selanjutnya pembentangan sekaligus pembagian bendera merah putih, senam sore dan shering Season GMNI.

Sementara itu, Sekretaris DPD GMNI Sultra, Hasir menekankan, Camp Kebangsaan Merah Putih merupakan momentum penting bagi kader GMNI sebagai organisasi Nasionalis yang tetap eksis diera persaingan global dalam menghadapi tantangan zaman saat ini.

Menjelang mendekati bulan kemerdekaan hasir menyebut, banyak penggiringan isu yang tersebar dibeberapa media sosial terkait pemasangan bendera berwarna hitam one piace dikalangan masyarakat. Tentu ini menimbulkan asumsi liar dan tanda tanya besar.

“Kegiatan ini sebagai wujud konsistensi kami dalam mengawal HUT Kemerdekaan RI ke 80 Tahun dalam menghadapi isu-isu dekadensi kemerosotan bangsa atas pengaruh budaya luar, sosial dan nilai luhur,“ ujar Hasir.

Selain itu, egiatan Camp Kebangsaan ini juga sebetulnya menjadi ajang silaturahmi para anggota dan kader pasca Kongres GMNI Ke XXII di Kota Bandung untuk kembali mempersatukan ide dan gagasan atas konflik perpecahan yang timbul di tubuh GMNI.

Ketua DPD GMNI Sultra, Rio dalam keterangan tambahnya dikonfirmasi melalui media berharap konflik 3 kepemimpinan di tubuh GMNI dapat selesai secepatnya untuk melakukan persatuan.

Sebab sebutnya, konflik ini jika terus dipelihara dapat menurunkan tingkat kepercayaan mahasiswa khusus pada saat PPAB. Oleh karena itu, kami berharap seluruh anggota dan kader harus tetap produktif, bebas aktif solidkan barisan untuk kembali dalam rel persatuan agar fokus isu-isu strategis.

“Momentum 17 Agustus ini kita diingatkan kembali bahwa kemerdekaan sejati belum selesai selama rakyat masih tertindas, pendidikan belum merata, dan keadilan sosial belum sepenuhnya ditegakkan,“ tutur Rio.

GMNI harus berdikari untuk memastikan jembatan “emas“ itu tidak runtuh. Kader-kader marhaenis meneguhkan diri untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa dan menuntaskan cita-cita proklamasi.

Tidak ada ruang bagi penjajahan gaya baru, oligarki yang menindas rakyat, atau kepentingan sempit yang memecah belah persatuan nasional. Ia mengajak untuk satukan langkah, bulatkan tekad, dan kobarkan semangat perjuangan kepada seluruh elemen GMNI, mulai dari DPK, DPC, DPD, hingga senior Alumni GMNI, untuk menyatukan kepentingan dan tetap setia dan kembali ke rel perjuangan. (Fug)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA