Hadapi Perubahan Iklim, Dosen Fakultas Pertanian UHO Latih Petani Bawang Merah Terapkan Teknologi Biotron Berbasis Climate Smart Agriculture

waktu baca 3 menit
Sabtu, 18 Jul 2026 07:50 13 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KONAWE SELATAN – Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan melalui inovasi pertanian berkelanjutan. Kali ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Internal (PKMI) Fakultas Pertanian UHO memberikan bimbingan teknis penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) berbasis Biotron kepada Kelompok Tani Bali Makmur 4 di Desa Jati Bali, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Kegiatan tersebut menyasar petani hortikultura, khususnya pembudidaya bawang merah, sebagai upaya meningkatkan kemampuan petani menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin memengaruhi produktivitas pertanian. Perubahan pola curah hujan, meningkatnya suhu, cekaman kekeringan, hingga serangan hama dan penyakit menjadi tantangan yang harus diantisipasi melalui penerapan teknologi budidaya yang adaptif.

Tim PKMI Fakultas Pertanian UHO dipimpin oleh Vit Neru Satrah, S.P., M.P. dengan anggota Prof. Dr. Ir. Andi Khaeruni R., M.Si., Prof. Dr. Laode Afa, S.P., M.Si., dan Dr. Waode Yusria, S.P., M.P.

Ketua Tim PKMI, Vit Neru Satrah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan sistem budidaya bawang merah yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, efisien dalam penggunaan input produksi, serta ramah lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, petani diperkenalkan pada konsep Climate Smart Agriculture, yaitu pendekatan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga memperkuat kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim dan mendorong praktik budidaya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam bimbingan teknis tersebut, para petani memperoleh materi mengenai pengelolaan tanah dan air, pemupukan berimbang, pemanfaatan bahan organik, pengendalian hama terpadu, hingga penggunaan Biotron sebagai teknologi berbasis hayati yang mendukung pertumbuhan tanaman bawang merah.

Biotron diperkenalkan sebagai inovasi yang mampu meningkatkan aktivitas biologis tanah, memperbaiki ketersediaan unsur hara, meningkatkan efisiensi pemupukan, memperkuat pertumbuhan tanaman, sekaligus membantu tanaman lebih tahan terhadap berbagai cekaman lingkungan.

Tidak hanya penyampaian teori, kegiatan juga diisi dengan praktik lapangan melalui demonstrasi aplikasi Biotron. Petani mendapatkan pendampingan mulai dari cara penggunaan, waktu aplikasi, teknik pencampuran, hingga integrasinya dengan praktik budidaya bawang merah yang baik.

Menurut tim pelaksana, metode demonstrasi lapangan dipilih agar proses alih teknologi lebih efektif. Dengan melihat langsung penerapan di lahan, petani diharapkan lebih mudah memahami dan mengadopsi teknologi sesuai kondisi pertanian mereka.

Kelompok Tani Bali Makmur 4 yang diketuai I Nyoman Suarsa menyambut antusias kegiatan tersebut. Selama sesi diskusi, para petani menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari tingginya biaya produksi, ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida sintetis, perubahan musim tanam, hingga meningkatnya serangan hama dan penyakit.

Melalui program pengabdian ini, Fakultas Pertanian UHO berharap petani mampu menerapkan sistem budidaya bawang merah yang lebih produktif, efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, sekaligus ramah lingkungan.

“Harapannya, teknologi dan pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi terus diterapkan dan dikembangkan oleh petani pada musim tanam berikutnya,” tutup Vit Neru Satrah.

Melalui kegiatan PKMI ini, Fakultas Pertanian UHO kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA