Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun Datangkan Gubernur Kaltim Periode 2018- 2024 Bicara Pertambangan Berkelanjutan

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Jul 2025 17:16 106 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI- Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mendatangkan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Dr. Isran Noor, M.Si periode 2018- 2024, di Kampus Merah Maron itu. Mantan Gubernur Kaltim itu membawakan Kuliah Umum bertajuk “ Hilirisasi dalam Paradigma Sustainable Development”, secara Ofline dan Online, bertempat di Gedung WTC Unsultra, pada 9 Juli 2025.

Pengalaman Dr. Isran Noor pernah memimpin daerah kaya Sumber Daya Alam (SDA)  itu dapat diterapkan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mempunyai SDA melimpah sehingga mampu mensejahterakan masyarakat.

Saat ditemui awak media seusai kegiatan,  Dr. Isran Noor menekankan kepada Sivitas Akademika itu agar senantiasa semangat, optimis , dan kreatif didalam menciptakan ide- ide atau konsep, pandangan- pandangan untuk membangun daerah . Katanya, keluarga besar Unsultra harus berbangga dengan almamaternya.

Dr. Isran mengungkapkan, manusia dianugerahi otak dengan jumlah yang sama. Ketika diberikan pengetahuan maka sel- sel akan bertambah sehiggga itu yang akan membuat individu- individu itu maju. “Kalau kita semangat pasti kita mempunyai peluang untuk memajukan daerah . Daerah kita begitu besar SDAnya, tapi manfaat  bagi daerah belum banyak. Maksudnya masalah lingkungan belum teratur, tambang masih suka- sukanya tidak sesuai regulasi ini juga harus diselesaikan,” ungkapnya.

Dr. Isran juga menyampaikan, waktu memimpin Kaltim sejak 2018- 2024 lalu dirinya memikirkan persoalan itu. Kaltim itu kaya akan hasil Batubara, Minyak, Gas, dan Perkebunan. Saat itu ia berkoordinasi dengan para gubernur, terutama yang mempunyai hasil SDA seperti Kaltim.

Dengan koordinasi yang baik, pihaknya mengusulkan Peraturan Pemerintah (PP) 15.  Di mana 10% keuntungan pertambangan Minerba (Mineral dan Batu Bara) masuk ke daerah, sebutnya, 10% tersebut untuk membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan PP 38. Di mana hasil SDA dari Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah dan hasil usaha lainnya seperti tebu bisa ikut berkontribusi dalam mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerah Kaltim. “Tentu kita harus mendapatkan itu, sehingga menjadi penerimaan daerah. Terutama bagi daerah- daerah yang di mana menjadi lokasi kegiatan pertambangan atau usaha itu dilaksanakan,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc., Agric  menjelaskan pentingnya hilirisasi sebagai strategi pembangunan berkelanjutan. Indonesia kaya SDA yang berada di darat, udara, laut, bahkan sampai bawah tanah. Bisa mensuplai kebutuhan dunia dengan komoditas bernilai tambah tinggi dan bahkan menyuplai oksigen dunia.

“Syaratnya, perlu komitmen global mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, salah satunya lewat hilirisasi sumber daya alam (SDA),” ungkap Prof. Andi Bahrun. Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi, baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

“Negara luar sudah lama memetakan Indonesia sebagai penyuplai bahan baku murah. Sekarang, negara-negara Eropa juga protes bahwa kita dianggap melanggar perdagangan bebas. Padahal, kita berdaulat mengurus sumber daya ini. Di sisi lain, masih ada pihak di dalam negeri yang belum sepenuhnya memahami urgensi hilirisasi dan masih nyaman mengekspor bahan mentah,” katanya.

Sebagai lembaga pendidikan, Unsultra berkomitmen membuka wawasan mahasiswa agar mampu menjadi agen perubahan. Dirinya ingin mahasiswa cerdas sekaligus solutif, supaya kampus ini benar-benar berdampak. Unsultra harus menjadi pusat solusi sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap dengan kehadiran Dr. Isran Noor, yang berpengalaman memimpin daerah kaya tambang, Unsultra dapat meneladani pengalaman tersebut. Sultra  mempunyai potensi besar untuk maju dan mensejahterakan rakyatnya. Apalagi pendidikan harus diutamakan.

“Haram hukumnya anak-anak kita tidak sekolah hanya karena keterbatasan biaya, padahal kita kaya sumber daya alam. Sehingga Kuliah umum ini diharapkan mampu menjadi pemantik diskusi akademik dan praktik nyata dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal di Bumi Anoa,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan ini turut dihadiri diantaranya, Staf Kementerian Koperasi RI, Dr. Bahtiar Maddatuang; Pejabat lingkup Unsultra dan para mahasiswa. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA