Prof Husain Insawan Resmi Dilantik sebagai Rektor UIN Kendari, Bawa Semangat Transformasi Kampus

waktu baca 6 menit
Kamis, 24 Sep 2026 22:37 3 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag) Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA resmi melantik dan mengambil sumpah Prof. Dr. H. Husain Insawan, M.Ag sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari di Operation Room Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan kelembagaan UIN Kendari setelah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari resmi beralih bentuk menjadi UIN Kendari berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2026.

Transformasi tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang kelembagaan perguruan tinggi keagamaan negeri di Sulawesi Tenggara. Peralihan bentuk dari IAIN menjadi UIN sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi UIN Kendari untuk mengembangkan bidang keilmuan, termasuk melalui penguatan integrasi antara ilmu agama dan sains.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menggambarkan perkembangan PTKIN sebagai sebuah proses perluasan cakrawala keilmuan dan kelembagaan.

Menurutnya, ketika masih berstatus STAIN, perguruan tinggi dianalogikan seperti danau. Ketika berkembang menjadi IAIN, cakupannya seperti sungai. Sementara setelah bertransformasi menjadi UIN, ruang pengembangannya menjadi seluas samudera.

Menag juga mendorong UIN Kendari untuk memanfaatkan ruang pengembangan tersebut dengan membangun kolaborasi, termasuk bersama pemerintah daerah, guna menghadirkan program studi umum yang dapat menunjang kemajuan perguruan tinggi sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Usai dilantik, Prof. Husain menegaskan bahwa amanah sebagai Rektor UIN Kendari merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan penuh kesungguhan.

“Alhamdulillah amanah dan tanggung jawab besar telah diberikan Menteri Agama kepada kami dan kami akan menjalankan amanah ini secara baik dan maksimal,” ungkap Prof. Husain.

Ia mengatakan, ke depan UIN Kendari akan diarahkan menjadi episentrum integrasi ilmu agama dan sains. Selain itu, penguatan legitimasi dan rekognisi kelembagaan, peningkatan mutu serta kualifikasi sumber daya manusia, peningkatan sitasi dan reputasi jurnal ilmiah juga menjadi bagian dari agenda pengembangan kampus.

Tidak hanya aspek akademik, Prof. Husain juga menaruh perhatian pada penataan lingkungan kampus melalui beautifikasi, penguatan budaya akademik, serta pengembangan inovasi untuk meningkatkan daya saing UIN Kendari.

“Ke depan UIN Kendari akan mewujudkan diri sebagai kampus yang menjadi episentrum integrasi ilmu agama dan sains, menguatkan legitimasi dan rekognisi kelembagaan, meningkatkan mutu dan kualifikasi sumber daya manusia, meningkatkan sitasi dan reputasi jurnal ilmiah, melakukan beautifikasi kampus, penguatan budaya akademik, dan mendorong inovasi untuk mewujudkan daya saing,” ujarnya.

Meniti Karier dari Bawah

Di balik kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin UIN Kendari, Prof. Husain dikenal sebagai akademisi yang meniti karier dari bawah.

Guru Besar Bidang Ilmu Sistem Ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam tersebut menjalani berbagai tahapan dalam perjalanan akademik dan birokrasi kampus. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Program Studi, Sekretaris Jurusan, Ketua Jurusan, Pembantu Ketua, Wakil Ketua, Penjabat Dekan, hingga Wakil Rektor.

Perjalanan tersebut tidak terlepas dari pengalaman hidup yang membentuk karakter dan ketangguhannya sejak usia muda.

Masa remaja hingga dewasa Prof. Husain tidak banyak dihabiskan untuk bermain. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, ia memilih mengisi waktunya dengan belajar sekaligus bekerja.

Selepas bersekolah, ia bergegas menjual jagung rebus yang telah disiapkan oleh orangtuanya. Aktivitas tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Pengalaman bekerja juga dilaluinya dalam berbagai profesi. Prof. Husain pernah menjadi pekerja serabutan, buruh pelabuhan, buruh panggul di pasar, hingga kondektur angkutan umum pete-pete.

Berbagai pekerjaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup yang kemudian membentuk ketekunan, kemandirian, kerja keras, serta kemampuan membangun komunikasi dan kepercayaan dengan orang lain.

Keteguhan hati, kesabaran dan kepasrahan kepada Tuhan menjadi bagian dari nilai yang mengiringi perjalanan hidupnya hingga kemudian tumbuh sebagai seorang akademisi dan pemimpin perguruan tinggi.

Pengalaman tersebut pula yang menjadi modal penting ketika Prof. Husain memasuki dunia pendidikan tinggi. Ia memahami bahwa membangun sebuah institusi tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik dan manajerial, tetapi juga ketekunan, komunikasi serta kemampuan merawat kepercayaan berbagai pemangku kepentingan.

Terlibat dalam Transformasi Kelembagaan

Perjalanan Prof. Husain di dunia pendidikan tinggi juga tidak dapat dipisahkan dari proses transformasi kelembagaan kampus yang kini dipimpinnya.

Ketika masih berstatus STAIN Kendari, Prof. Husain dipercaya menjadi Wakil Ketua I. Pada masa tersebut, ia turut mengambil peran dalam proses peralihan kelembagaan STAIN Kendari menjadi IAIN Kendari.

Ia bahkan didapuk menjadi Ketua Tim yang mempersiapkan proposal dan berbagai dokumen pendukung untuk mewujudkan perubahan bentuk kelembagaan tersebut.

Perjalanan itu kemudian berlanjut ketika IAIN Kendari mengajukan transformasi menjadi UIN Kendari.

Kini, setelah proses panjang tersebut membuahkan hasil dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2026, Prof. Husain dipercaya untuk memimpin UIN Kendari sebagai rektor.

Kepercayaan tersebut sekaligus menempatkannya pada posisi strategis untuk mengawal babak baru perkembangan perguruan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tenggara.

Fokus Penguatan SDM dan Ekosistem Akademik

Usai dilantik, Prof. Husain menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian utama dalam kepemimpinannya.

Menurutnya, kualitas sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang berada di dalamnya, baik dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa.

“Kita ingin membangun ekosistem akademik yang sehat. Dosen harus terus berkembang, mahasiswa harus diberikan ruang untuk berinovasi dan berprestasi, sementara tenaga kependidikan harus mendapatkan dukungan untuk meningkatkan profesionalismenya,” katanya.

Ia berharap seluruh sivitas akademika dapat mengambil peran sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam membangun UIN Kendari.

Menurutnya, transformasi kelembagaan menjadi UIN bukan sekadar perubahan nama atau status, tetapi harus diikuti dengan perubahan budaya akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset, peningkatan reputasi ilmiah, serta inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Prof. Husain juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama mengembangkan dan memajukan UIN Kendari.

“Kampus ini adalah rumah besar bagi kita semua. Mari kita ciptakan iklim akademik yang sejuk dan mencerahkan, sehingga terbina silaturahmi dan persaudaraan yang kokoh,” ajaknya.

Pelantikan Prof. Husain menjadi Rektor UIN Kendari tersebut menjadi awal dari babak baru perjalanan perguruan tinggi yang sebelumnya bernama IAIN Kendari. Dengan status baru sebagai UIN, kampus tersebut memiliki ruang pengembangan akademik yang lebih luas, sekaligus menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa transformasi kelembagaan dapat diikuti dengan peningkatan kualitas dan daya saing.

Untuk diketahui, pelantikan Prof. Husain Insawan sebagai Rektor UIN Kendari dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Direktur Jenderal Pesantren serta tiga pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya.

Mereka yakni Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, serta Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd. sebagai Rektor Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA