STIE 66 Kendari Bidik 1.120 Mahasiswa Baru, Andalkan Fasilitas Modern dan Budaya Kekeluargaan

waktu baca 3 menit
Minggu, 14 Jun 2026 09:46 3 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI – STIE 66 Kendari menargetkan penerimaan lebih dari 1.120 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026. Optimisme tersebut didukung oleh ketersediaan fasilitas perkuliahan yang semakin modern, kapasitas ruang belajar yang memadai, serta budaya akademik yang mengedepankan kekeluargaan dan pendampingan intensif kepada mahasiswa.

Ketua STIE 66 Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Aziz Muthalib, S.E., M.Si menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru gelombang pertama telah dilaksanakan dengan hasil 252 peserta dinyatakan lulus seleksi. Sementara itu, pendaftaran gelombang kedua dibuka mulai 20 Juni hingga 12 Agustus, dengan pelaksanaan tes dijadwalkan pada 14 Agustus 2026.

“Kami menargetkan penerimaan mahasiswa baru di atas 1.000 orang,  sekitar 1.120 mahasiswa,” ujarnya.

Dari total target tersebut, Program Magister (S2) ditargetkan menerima sekitar 120 mahasiswa. Sementara untuk jenjang sarjana, Program Studi Manajemen ditargetkan menerima sekitar 700 mahasiswa dan Program Studi Akuntansi sekitar 300 mahasiswa.

Menurutnya, target tersebut realistis karena ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai. Kampus kini memiliki gedung baru dengan sembilan ruang kelas yang dilengkapi konsep smart classroom, ditambah sejumlah ruang perkuliahan lainnya yang tersedia di gedung utama maupun gedung yang sebelumnya di bawah naungan yayasan.

“Kapasitas ruang kelas kami sangat memadai. Selain itu, kami menerapkan sistem shift, yakni pagi, siang, dan sore hingga malam, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Tak hanya mengandalkan fasilitas fisik, STIE 66 Kendari juga menonjolkan budaya kekeluargaan yang telah menjadi identitas kampus. Hubungan antara dosen dan mahasiswa dibangun tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga melalui pendekatan personal yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pendampingan secara maksimal.

“Ketika ada mahasiswa yang mengalami kendala, baik dalam perkuliahan maupun penelitian, kami segera melakukan pendampingan. Karena itu, perkembangan studi mahasiswa dapat dipantau secara berkelanjutan,” katanya.

Pendampingan tersebut berdampak pada masa studi mahasiswa yang relatif lebih cepat dibanding rata-rata perguruan tinggi lainnya. Untuk Program Magister, rata-rata masa studi mahasiswa hanya sekitar 20 bulan atau kurang dari dua tahun. Bahkan terdapat mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi dalam waktu satu tahun sembilan bulan.

Sementara itu, untuk jenjang sarjana, rata-rata masa studi berada pada kisaran empat tahun satu bulan. Tidak sedikit mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan dalam waktu tiga tahun sembilan bulan.

Selain itu, STIE 66 Kendari terus memperkuat kualitas fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Sebagian besar ruang kelas telah dilengkapi Smart TV sebagai media pembelajaran digital, menggantikan penggunaan proyektor yang kini hanya digunakan pada beberapa ruang tertentu.

“Fasilitas yang kami miliki terus diperbarui agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran modern. Dukungan yayasan terhadap pengembangan sarana dan prasarana kampus sangat besar,” ungkapnya.

Dengan kombinasi fasilitas modern, layanan akademik yang intensif, budaya kekeluargaan, serta komitmen peningkatan mutu pendidikan, STIE 66 Kendari optimistis mampu mencapai target penerimaan mahasiswa baru sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Sulawesi Tenggara. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA