Granada Trip Gelar Syiar Baitullah, Bangkitkan Semangat Umat untuk Beribadah ke Tanah Suci

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Okt 2025 13:54 10 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI — Suasana hangat dan penuh makna terasa di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, pada Sabtu malam (4/10/2025). Puluhan warga komunitas yang dikenal dengan sebutan Bangladesh—singkatan dari Bangkali, Dana, dan sekitarnya, kampung asal mereka di Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna—berkumpul dalam kegiatan bertajuk Syiar Baitullah yang digelar oleh Granada Trip.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat umat dalam menunaikan ibadah haji dan umrah. Hadir sebagai pembicara, Ustadz Mahyuddin, perwakilan Granada Trip yang juga pengasuh Majelis Nurul ‘Ilmi Sultra sekaligus Pondok Pesantren Nurul ‘Ilmi Agrowisata California Cialam. Dengan penyampaian yang tenang dan menyejukkan, ia menguraikan makna besar di balik perjalanan suci ke Baitullah.

“Kalau haji itu wajib, umat Islam umumnya sudah tahu. Tapi banyak yang belum sadar bahwa umrah juga wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Demikian dalam Mazhab Syafi’i dan Hanbali,” jelasnya.

Ia menukil dalil dari Surah Al-Baqarah ayat 196: “Wa atimmul hajja wal ‘umrata lillah” — Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.

Menurutnya, penyebutan haji dan umrah secara beriringan menunjukkan bahwa keduanya memiliki kedudukan hukum yang sama.

Ustadz Mahyuddin juga menyoroti panjangnya antrean haji di Indonesia yang kini bisa mencapai 20 hingga 30 tahun, menjadi alasan kuat bagi umat Islam untuk segera menunaikan umrah jika memiliki kemampuan.

“Kalau dulu daftar tahun ini, tahun depan bisa berangkat. Sekarang bisa 30 tahun kemudian. Jadi kalau masih muda, sehat, dan mampu, jangan tunggu tua,” pesannya.

Selain menjelaskan keutamaan haji dan umrah, ia juga memaparkan hukum badal umrah, yakni pelaksanaan umrah oleh seseorang untuk mewakili orang lain yang tidak mampu secara fisik.

“Badal umrah diperbolehkan, sebagaimana badal haji. Syaratnya, yang mewakilkan sudah pernah menunaikan umrah untuk dirinya sendiri,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Granada Trip turut menyerahkan sertifikat Badal Umrah kepada salah satu warga komunitas Bangladesh yang sudah lanjut usia dan tidak lagi mampu beribadah langsung ke Tanah Suci. Suasana haru menyelimuti majelis saat penyerahan berlangsung.

“Beribadah ke Tanah Haram perlu menjadi kerinduan setiap muslim. Di sana terdapat Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang keutamaan salat di dalamnya luar biasa,” ujar Ustadz Mahyuddin menutup tausiyahnya.

Sebagai informasi, Granada Trip baru saja memberangkatkan jamaahnya menunaikan umrah pada 11 September 2025 lalu. Rencananya, keberangkatan berikutnya akan kembali dilaksanakan pada November mendatang.

Kegiatan Syiar Baitullah malam itu meninggalkan kesan mendalam bagi warga Anggoeya. Selain menambah pengetahuan dan semangat ibadah, acara tersebut juga menghidupkan kembali kerinduan umat untuk bertamu ke Baitullah dan menziarahi Rasulullah ﷺ. (Fug)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA