Fadhal Rahmat, Legislator Termuda yang Dekat dengan Masyarakat melalui Digitalisasi

waktu baca 4 menit
Selasa, 15 Jul 2025 07:08 43 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI – Siapa yang tak mengenal Fadhal Rahmat, legislator termuda di Kota Kendari punya cara tersendiri dalam menyerap aspirasi maupun keluhan masyarakat.

Dengan perkembangan digitalisasi di era industri 5.0 yang semakin maju, Fadhal memanfaatkan digitalisasi seperti media sosial lebih mendekatkan kepada masyarakat.

Hal ini memungkinkan dirinya untuk lebih memahami kebutuhan masyarakat dan mengambil tindakan yang tepat untuk menjawab aspirasi mereka.

“Aktivitas live itu sudah saya jalankan semenjak dilantik sebagai dewan sampai dengan hari ini. Nah tujuannya adalah betul-betul menyerap aspirasi dari masyarakat,” ujar Fadhal usai Rapat Paripurna agenda Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi terhadap Pertangungjawaban APBD Kota Kendari 2204, Senin (14/7/2025).

Ia menyebut penyerapan aspirasi masyarakat dilakukan secara langsung dan visual. Secara visual dilakukan menginggat dirinya punya keterbatasan waktu untuk menemui seluruh masyarakat. Terutama di Dapil Poasia-Abeli-Nambo.

“Nah untuk mempersingkat waktunya, saya sebagai gen z generasi muda di era industri 5.0 manfaatkan media dan teknologi untuk menyerap aspirasi masyarakat. Ini yang selalu saya lakukan,” ujar lulusan program magister Administrasi Publik UHO tahun 2022-2024.

Dengan begitu, sambung Fadhal, masyarakat bisa melihat langsung menyampaikan aspirasinya dan melihat langsung kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan dewan di gedung parlemen. Ia mencontohkan saat pembahasan anggaran 2025.

“Disitu sebagai laporan ke konstituen, saya live sambil menyuarakan bahwa saya sudah sampaikan aspirasi dalam forum. Menurut saya Ini bentuk transparansi kepada mereka,” ungkapnya.

Fadhal menyebut sudah banyak apasirasi masyarakat yang disuarakan dan berbuah hasil. “Saya suarakan seperti jalan rusak di lorong jambu buktinya masuk usulan itu di tahun ini. Kemudian masih banyak masalah-masalah di masyarakat seperti paving blok dan sumur bor. Hanya saja pengusulannya ada batasan-batasan karena keterbatasan anggaran,” ujar Fadhal

Kendati demikian, Fadhal mengaku siap selalu mengawal apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Anak kedua dari lima bersaudara ini ingin membuktikan bahwa yang muda juga bisa bekerja untuk banyak orang.

“Jadi medsos bukan untuk pribadi tapi semata-mata membuktikan kepada masyarakat bahwa yang muda juga bisa bekerja menyuarakan aspirasi masyarakat di DPR dengan live streaming,” pungkas Fadhal.

Fadhal Rahmat menjadi contoh bagi legislator lainnya dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat. Dengan demikian, dirinya dapat menjadi lebih efektif dalam menjalankan tugasnya sebagai legislator dan memberikan manfaat yang lebih besar.

Belum lama ini, Fadhal Rahmat S.A.B., M.A.P. melaksanakan reses di Kecamatan Poasia, lebih tepatnya di Kantor Kelurahan Anggoea.

Dalam reses tersebut Fadlal didampingi Lurah Anggoea, Nurdin dan perwakilan tokoh masyarakat Poasia. Masyarakat terlihat aktif menyalurkan aspirasinya kepada penyambung lidah rakyat di parlemen tersebut.

Kepada media, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut mengungkapkan bahwa agenda reses merupakan kewajiban setiap anggota dewan perwakilan rakyat di daerah pemilihannya.

Ia membeberkan bahwa dalam reses kali ini banyak masyarakat yang mengusulkan terkait pengaspalan jalan. Salah satu anggota dewan termuda tersebut tak menampik jika di Kecamatan Abeli masih banyak jalan-jalan yang rusak.

“Memang disini masih banyak jalan- jalan yang mesti diperhatikan lagi. Misalnya tadi Jalan Jambu sudah saya tresing Insyaallah kalau bukan dianggaran perubahan ini, paling lama tahun depan jalan ini teraspal,” ungkap usai kegiatan.

Termasuk di Jalan Jambu Putih, katanya masyarakat juga mengusulkan untuk perbaikan. Masyarakat mengeluh jalan yang teraspal hanya bagian depan dan belakang sedangkan bagian tengah tidak tersentuh aspal.

“Nah ini juga menjadi perhatian kami bagaimana saya bisa memperjuangkan di mata anggaran nanti. Karna jalan yang belum teraspal itu ada Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang sudah lama berdiri dan disitu juga sudah menyumbangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang lumayan untuk Kota Kendari,” terang Fadlal.

Tidak hanya itu, dirinya juga menerima masukan terkait di Jalan Uaeha. Dirinya menilai jalan ini juga menjadi perhatian serius, pasalnya jalan tersebut menjadi akses banyak masyarakat yang bermukim di dalam dan sudah digunakan sejak tahun 1980 an.

“Saya juga baru tahu kalau Jalan Uaeha ternyata sudah ada sejak tahun 1980 an, artinya jalan itu sudah 30 tahun lebih. Sudah banyak masyarakat yang bermukim disitu, memang perlu menjadi perhatian saya. Jadi rata- rata masyarakat yang mengeluhkan di saya itu terkait dengan jalan,” ujar anggota DPRD Komisi II tersebut. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA