Tingkatkan Mutu Pembelajaran, KKN-Tematik UHO Dampingi Guru SD Negeri 13 Kendari Kembangkan Modul Ajar Berbasis Deep Learning

waktu baca 6 menit
Selasa, 11 Agu 2026 18:20 7 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) terintegrasi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-Tematik) terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kendari khususnya diwilayah pesisir.

Kali ini, SD Negeri 13 Kendari menjadi sekolah mitra dalam program pengembangan modul ajar berbasis deep learning yang diarahkan untuk memperkuat kompetensi guru sekaligus meningkatkan kualitas administrasi pembelajaran.

Program tersebut digagas sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi guru sekolah dasar, khususnya dalam menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga mampu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, aktif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.

Ketua KKN-Tematik UHO, Dr. Izlan Sentryo, M.Pd., mengatakan pengembangan kompetensi guru menjadi salah satu kunci penting dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.

“Guru tidak hanya dituntut untuk menyampaikan materi, tetapi juga harus mampu merancang pembelajaran yang mendorong siswa memahami konsep secara mendalam, berpikir kritis, kreatif, serta mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari,” kata Izlan.

Menurutnya, berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan guru di SD Negeri 13 Kendari, masih ditemukan sejumlah tantangan dalam pengembangan modul ajar. Sebagian guru masih membutuhkan penguatan pemahaman mengenai konsep deep learning serta bagaimana menerapkannya dalam perangkat dan aktivitas pembelajaran.

Selain itu, perangkat pembelajaran yang disusun guru selama ini masih cenderung berorientasi pada aspek administratif dan belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mendorong pembelajaran yang aktif dan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi.

“Karena itu, program ini tidak berhenti pada sosialisasi. Kami memberikan pelatihan, workshop, pendampingan penyusunan modul, sampai pendampingan implementasi di dalam kelas,” jelasnya.

Guru Didampingi dari Konsep hingga Praktik

Izlan menjelaskan, pelaksanaan program KKN-Tematik UHO di SD Negeri 13 Kendari dirancang melalui beberapa tahapan.

Tahap pertama dilakukan melalui sosialisasi mengenai konsep dasar deep learning dalam pembelajaran. Guru diberikan pemahaman mengenai karakteristik pembelajaran abad ke-21, prinsip pembelajaran mendalam, peran guru dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, serta integrasi deep learning dalam pembelajaran sekolah dasar.

Tahap berikutnya adalah pelatihan pengembangan modul ajar. Dalam kegiatan ini, guru mendapatkan materi mengenai struktur dan komponen modul ajar, penyusunan tujuan pembelajaran, perancangan aktivitas berbasis masalah, integrasi keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS), hingga penyusunan asesmen pembelajaran.

“Guru tidak hanya mendengarkan materi, tetapi langsung mempraktikkan bagaimana menyusun modul ajar yang sesuai dengan mata pelajaran dan karakteristik peserta didik,” ujar Izlan.

Setelah pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop penyusunan modul ajar. Tim pengabdian bersama mahasiswa KKN-Tematik mendampingi guru menentukan capaian pembelajaran, menyusun alur tujuan pembelajaran, merancang aktivitas berbasis deep learning, serta mengembangkan asesmen.

Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pendampingan implementasi modul ajar dalam proses pembelajaran di kelas. Tim melakukan observasi, memberikan masukan terhadap pelaksanaan pembelajaran, sekaligus mendiskusikan berbagai kendala yang dihadapi guru.

Libatkan 15 Mahasiswa KKN-Tematik UHO

Program ini juga melibatkan 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UHO. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya membantu pelaksanaan program, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.

Izlan menilai keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari proses pendidikan di perguruan tinggi.

“Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung bagaimana menghadapi persoalan pendidikan di lapangan. Mereka belajar berkolaborasi dengan guru, sekolah, dan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuannya,” tuturnya.

Ia berharap sinergi antara UHO dan SD Negeri 13 Kendari dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Tidak hanya menghasilkan modul ajar, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran secara mandiri.

“Target kami bukan sekadar menghasilkan dokumen modul ajar, tetapi bagaimana guru memiliki kompetensi untuk terus mengembangkan pembelajaran yang inovatif setelah program ini selesai,” tegas Izlan.

Menurutnya, pembelajaran berbasis deep learning diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna kepada siswa. Guru didorong untuk menghadirkan aktivitas yang membuat siswa aktif mengeksplorasi, berdiskusi, memecahkan masalah, menghubungkan materi dengan kehidupan nyata, serta membangun pemahaman secara lebih mendalam.

Program KKN-Tematik UHO di SD Negeri 13 Kendari tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan sekolah mitra, UHO berupaya memastikan pengetahuan dan inovasi yang berkembang di lingkungan kampus dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Semoga program ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya pembelajaran yang lebih inovatif di SD Negeri 13 Kendari dan memberikan dampak positif terhadap kualitas belajar siswa,” pungkas Izlan.

Diketahui, tim pelaksana Program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN-Tematik UHO terdiri atas Dr. Izlan Sentryo, M.Pd. selaku ketua, serta Dr. La Ode Safiun Arihi, S.Pd., M.Pd., Dr. Sarnely Uge, M.Pd., Wa Ode Lidya Arisanti, S.Pd., M.Pd., dan Hikmawati, S.Pd., M.Pd. sebagai anggota.

Kepala SD Negeri 13 Kendari, Nurhayati Ambotang, S.Pd., menyambut baik kehadiran Tim Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN-Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) di sekolahnya. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat positif bagi sekolah, khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan administrasi dan perangkat pembelajaran.

Nurhayati mengatakan, kehadiran tim KKN-Tematik UHO menjadi momentum penting bagi para guru untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru, terutama terkait pengembangan modul ajar berbasis deep learning. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini yang semakin menekankan keterlibatan aktif siswa, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta pemahaman terhadap materi secara lebih mendalam.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tim KKN-Tematik UHO di SD Negeri 13 Kendari. Program ini sangat membantu guru-guru kami, khususnya dalam memahami dan mengembangkan modul ajar yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Nurhayati.

Ia menjelaskan, selama ini guru membutuhkan ruang untuk berdiskusi dan mendapatkan pendampingan dalam menyusun perangkat pembelajaran. Karena itu, program yang tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menghadirkan pelatihan, praktik, serta pendampingan secara langsung dinilai sangat membantu.

Menurut Nurhayati, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi seperti yang dilakukan UHO merupakan bentuk sinergi yang penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Guru dapat memperoleh penguatan kapasitas, sementara mahasiswa KKN-Tematik juga mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami kondisi dan kebutuhan pendidikan di lapangan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya selama pelaksanaan KKN. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh guru dapat terus diterapkan dan dikembangkan dalam proses pembelajaran sehari-hari,” katanya.

Nurhayati juga berharap kerja sama antara SD Negeri 13 Kendari dan UHO dapat terus berlanjut melalui berbagai program pendidikan lainnya. Ia menilai pendampingan dari akademisi dan mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus melakukan inovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Harapan kami, kerja sama ini bisa berkelanjutan. Apa yang diberikan oleh Tim KKN-Tematik UHO dapat menjadi bekal bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa,” pungkasnya. (red) 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA