RSJPDO Oputa Yi Koo Terima Peserta BPJS Mulai 1 Desember 2025, Akses Layanan Jantung Kini Lebih Mudah

waktu baca 3 menit
Jumat, 21 Nov 2025 21:27 117 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memperkuat komitmen pelayanan kesehatan masyarakat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama BPJS Kesehatan untuk mendukung penyelenggaraan Universal Health Coverage (UHC) serta pembiayaan layanan kesehatan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo.

Penandatanganan berlangsung di pelataran rumah sakit tersebut, Jumat (21/11/2025). Kepada awak media, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di Bumi Anoa.

“Saya menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akses masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo, sekaligus meningkatkan jumlah kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional di Provinsi Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Rumah Sakit Oputa Yi Koo diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan di kawasan timur Indonesia dengan layanan unggulan jantung dan pembuluh darah, stroke, serta uronefrologi. Saat ini layanan operasional rumah sakit mencakup 60% pelayanan spesialis jantung dan pembuluh darah dan 40% layanan kesehatan umum.

Layanan rawat jalan dan IGD mulai berjalan sejak akhir 2023, perawatan rawat inap pada Februari 2024, dan operasi jantung pertama pada November 2024 bekerja sama dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita melalui program SIHREN.

Gubernur berharap keberlanjutan program UHC mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara merata. “Program ini sangat penting untuk membangun Sulawesi Tenggara yang adil, inklusif, dan sejahtera. Kita ingin semua masyarakat, dari kota sampai pelosok, mendapatkan hak pelayanan kesehatan tanpa kecuali,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Gubernur mengapresiasi kontribusi semua pihak. “Mari kita terus bersinergi dalam mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera dan religius,” tutupnya.

Penandatanganan MoU tersebut memastikan pembiayaan BPJS Kesehatan mulai berlaku di RS Oputa Yi Koo pada 1 Desember 2025. Direktur RS Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo, dr. Sukirman, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan fasilitas dan sistem layanan sesuai standar BPJS agar masyarakat mendapatkan pelayanan cepat dan komprehensif.

“Kami memaksimalkan sarana, prasarana, dan SDM, tidak hanya teknologi bedah jantung dan saraf, tetapi juga sistem aplikasi pelayanan untuk memberikan layanan cepat, tepat dan manusiawi. Target kami bukan hanya mengobati, tetapi memberikan perawatan menyeluruh secara fisiologis dan psikologis,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehadiran BPJS akan memperluas akses layanan spesialis jantung bagi masyarakat yang selama ini terkendala biaya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Rinaldi Wibisono, mengapresiasi kerja sama ini sebagai bagian dari penguatan perlindungan kesehatan bagi peserta JKN.

“Cakupan kepesertaan JKN di Provinsi Sulawesi Tenggara telah mencapai 100,49% dari total penduduk. Tantangan kita berikutnya adalah mempertahankan keaktifan peserta dan memastikan fasilitas kesehatan memberikan layanan berkualitas,” ungkapnya.

BPJS berkomitmen mendorong digitalisasi layanan untuk mempermudah proses rujukan, pendaftaran hingga tindak lanjut medis tanpa hambatan. Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan MoU UHC tahun 2026 untuk menjamin seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan kapan saja tanpa hambatan biaya. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA