Direktur Perumda Utama Sultra, Akhmad Rizal. BritaTOP.Com, KENDARI – Perumda Sultra menegaskan pentingnya pengelolaan yang tertib dan berkelanjutan di kawasan MTQ Kendari yang kini berkembang pesat sebagai pusat ekonomi baru di ibu kota Sulawesi Tenggara.
Direktur Perumda Utama Sultra, Akhmad Rizal, mengungkapkan bahwa lonjakan aktivitas masyarakat selama gelaran Harmoni Sultra menjadi indikator kuat tumbuhnya geliat ekonomi rakyat, khususnya bagi pelaku UMKM. Namun, di balik tingginya antusiasme pengunjung, muncul tantangan serius dalam hal pengelolaan kawasan.
“Ramainya pengunjung tentu berdampak positif bagi UMKM. Tapi di sisi lain, ada tanggung jawab besar dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban kawasan agar tetap nyaman,” ujar Rizal.
Selama beberapa hari pelaksanaan Harmoni Sultra, Perumda mencatat peningkatan signifikan volume sampah, kebutuhan pengamanan, serta penataan parkir. Kondisi ini menuntut sistem pengelolaan yang lebih terstruktur dan tidak hanya bergantung pada momentum kegiatan semata.
Perumda Sultra juga melihat kawasan MTQ tidak hanya sebagai ruang publik, tetapi sebagai ekosistem ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja baru, mulai dari tenaga kebersihan, petugas parkir, hingga unsur keamanan.
Untuk itu, Perumda Sultra mulai mendorong skema pengelolaan berkelanjutan yang melibatkan partisipasi seluruh pihak, termasuk pelaku UMKM. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penerapan iuran pengelolaan dengan pendekatan yang adil dan tidak memberatkan.
“Ini bukan soal pungutan, tetapi bentuk gotong royong menjaga kawasan tetap hidup. Ketika kawasan bersih, aman, dan tertata, UMKM juga yang akan merasakan manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Ke depan, kawasan MTQ Kendari diproyeksikan menjadi pusat ekonomi kreatif yang terintegrasi, menggabungkan sektor kuliner, hiburan, hingga seni budaya dalam satu kawasan yang tertata dan berkelanjutan.
Melalui peran aktif Perumda Sultra, penguatan tata kelola kawasan diharapkan mampu menjaga keberlangsungan geliat ekonomi yang telah tumbuh, sekaligus menjadikan MTQ Kendari sebagai ikon baru ekonomi kerakyatan di Sulawesi Tenggara. (Red)
Tidak ada komentar