Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Konservasi Burung Nuri Talaud melalui Edukasi dan Program Breeding di Bitung

waktu baca 3 menit
Sabtu, 17 Okt 2026 18:40 11 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, BITUNG– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keanekaragaman hayati melalui program konservasi burung Sampiri, atau Nuri Talaud (Eos histrio talautensis), satwa endemik yang menjadi bagian penting dari kekayaan alam Sulawesi Utara.

Upaya konservasi ini dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari edukasi lingkungan melalui Storylab for Sampiri hingga penguatan pelestarian melalui program breeding atau pengembangbiakan. Kedua inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap kelestarian satwa endemik sekaligus mendukung keberlanjutan habitat alaminya.

Melalui Storylab for Sampiri, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menghadirkan pendekatan edukasi yang mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal burung Sampiri lebih dekat. Penyampaian informasi konservasi melalui cerita diharapkan dapat membuat isu pelestarian satwa lebih mudah dipahami dan menumbuhkan kepedulian sejak dini.

Sementara itu, program breeding menjadi salah satu upaya untuk mendukung keberlangsungan populasi burung Sampiri. Pelestarian ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan konservasi yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, komunitas pemerhati lingkungan, hingga pemangku kepentingan terkait.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati memerlukan keterlibatan bersama agar dapat memberikan dampak berkelanjutan.

“Melalui program konservasi Sampiri ini, kami ingin mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengenal dan peduli terhadap satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Sulawesi Utara. Edukasi melalui Storylab for Sampiri dan penguatan upaya konservasi melalui program breeding merupakan langkah yang saling melengkapi. Kami berharap inisiatif ini dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat sekaligus mendukung kelestarian burung Sampiri untuk generasi mendatang,” ujar Lilik.

Menurutnya, program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional. Karena itu, kolaborasi dengan komunitas lokal dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap konservasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Upaya pelestarian Sampiri juga memiliki nilai ekologis yang penting. Burung ini berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk membantu penyebaran biji melalui aktivitas makannya. Oleh sebab itu, perlindungan satwa perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga habitat dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keanekaragaman hayati.

Program konservasi yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui IT Bitung turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui upaya perlindungan satwa dan keanekaragaman hayati. Program edukasi juga sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, terutama dalam mendorong pembelajaran dan peningkatan kesadaran lingkungan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam mendukung konservasi.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus mendorong pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan. Melalui konservasi Sampiri, perusahaan berharap upaya menjaga kekayaan hayati lokal dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA