BritaTOP.Com, KONAWE SELATAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (KKN-PMM) melaksanakan penyuluhan pertanian bagi masyarakat Desa Alebo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai ini diikuti oleh dua kelompok tani setempat, yakni Kelompok Tani Tunas Harapan dan Kelompok Tani Maju Jaya. Penyuluhan tersebut menjadi langkah awal dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang akan dijalankan mahasiswa selama masa pengabdian di desa tersebut.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa menghadirkan empat materi strategis yang dinilai relevan dengan kebutuhan petani, yaitu fermentasi pupuk organik, penggunaan mesin pencacah, penyusunan kalender tanam, serta pemanfaatan limbah sayuran sebagai pakan ternak.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai pembuatan pupuk organik fermentasi sebagai alternatif pengganti pupuk kimia yang semakin sulit diperoleh dan harganya terus meningkat. Mahasiswa menjelaskan bahwa pupuk organik berbahan dasar sisa tanaman, kotoran ternak, dan bahan organik lokal lainnya mampu meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan sekaligus menekan biaya produksi pertanian.
Petani juga diperkenalkan dengan teknik fermentasi menggunakan dekomposer alami seperti Effective Microorganism-4 (EM4), mulai dari proses pencampuran bahan hingga perawatan pupuk sampai siap digunakan.
Materi berikutnya membahas penggunaan mesin pencacah sebagai teknologi tepat guna yang dapat mempercepat pengolahan bahan organik untuk kebutuhan kompos maupun pakan ternak. Melalui demonstrasi langsung, petani diperlihatkan cara kerja alat tersebut serta prosedur keselamatan yang harus diterapkan selama pengoperasian.
Selain itu, mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai pentingnya penyusunan kalender tanam. Melalui perencanaan yang disesuaikan dengan pola curah hujan dan kondisi iklim setempat, petani diharapkan dapat menentukan waktu tanam yang lebih tepat sehingga mampu meminimalkan risiko gagal panen dan meningkatkan produktivitas lahan.
Pada sesi terakhir, mahasiswa mengangkat potensi pemanfaatan limbah sayuran sebagai pakan ternak. Berbagai limbah pertanian seperti daun singkong, batang pisang, sisa kubis, dan kangkung diperkenalkan sebagai bahan baku pakan alternatif yang dapat diolah melalui metode silase maupun fermentasi sederhana.
Penyuluhan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sejumlah anggota Kelompok Tani Tunas Harapan dan Kelompok Tani Maju Jaya mengaku materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang mereka hadapi di lapangan.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Alebo. Perangkat desa berharap sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus terjalin selama pelaksanaan program KKN-PMM sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian desa.
Mahasiswa KKN-PMM menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan pembuka dari berbagai program lanjutan yang akan dilaksanakan, seperti praktik pembuatan pupuk organik fermentasi, pendampingan penggunaan mesin pencacah secara mandiri, hingga monitoring penerapan kalender tanam di lahan pertanian warga.
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian kelompok tani, serta mendorong terwujudnya sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di Desa Alebo, Kecamatan Konda. (*)
Tidak ada komentar