FH UHO Mantapkan Persiapan Akreditasi S1–S2 Lewat FGD, Fokus Tingkatkan Publikasi Scopus

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Des 2025 07:27 110 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI- Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (FH UHO) menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal mempersiapkan akreditasi Program Studi Ilmu Hukum (S1) dan Magister Hukum (S2). Kegiatan berlangsung di Hotel Horison Kendari, Rabu (3/12), menghadirkan narasumber pakar akreditasi, Prof. Dr. Iwan Permadi, S.H., M.Hum.

Dalam paparannya, Prof. Iwan menegaskan bahwa FGD ini merupakan agenda strategis untuk memetakan kebutuhan penyusunan borang akreditasi demi meraih predikat unggul. “Kegiatan ini membantu memetakan apa saja yang harus disiapkan agar FH UHO dapat meraih nilai terbaik dalam proses akreditasi, baik S1 maupun S2,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya peningkatan publikasi ilmiah dosen pada jurnal bereputasi Scopus sebagai elemen vital dalam penilaian akreditasi. Menurutnya, publikasi berkualitas bukan hanya memperkuat reputasi fakultas, tetapi juga berpengaruh terhadap kepangkatan akademik para dosen.

“Kami mendorong para dosen untuk meningkatkan kualitas publikasinya. Rencananya, akan ada FGD lanjutan terkait penulisan artikel untuk jurnal Scopus sebagai strategi peningkatan reputasi,” jelasnya.

Prof. Iwan turut membeberkan sejumlah kendala yang kerap dihadapi dosen dalam publikasi Scopus, antara lain kemampuan bahasa, kesulitan mencari jurnal target, serta biaya publikasi. Untuk itu, timnya sedang menyiapkan sistem pencarian jurnal target non-berbayar guna membantu para peneliti. “Respon peserta sangat positif. Ini menunjukkan semangat besar untuk berkontribusi bagi fakultas,” tuturnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa ketepatan penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) sangat menentukan keberhasilan akreditasi. “Kesalahan dalam narasi dapat menghambat pencapaian akreditasi unggul. Karena itu, pemahaman teknis penyusunan borang harus benar-benar dikuasai,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FH UHO, Dr. Guasman Tatawu, S.H., M.H., menyampaikan bahwa FGD ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait kesiapan prodi dalam mencapai akreditasi unggul.

“Kami kini mengetahui aspek apa saja yang boleh dan tidak boleh dimasukkan dalam borang, baik untuk S1 maupun S2. Ini menjadi penentu utama dalam penilaian akreditasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa diskusi tersebut membuka peluang peningkatan status akreditasi, mulai dari B ke A, A ke Unggul, hingga kemungkinan langsung dari B ke Unggul. Publikasi Scopus, kata dia, merupakan unsur penting dalam penilaian tridharma perguruan tinggi. “Tanpa publikasi yang memadai, standar akreditasi sulit dicapai. Ini juga berkaitan erat dengan kepangkatan akademik dosen,” bebernya.

FGD tersebut menjadi titik awal penguatan strategi FH UHO dalam mempersiapkan akreditasi dan meningkatkan daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA