Riset UIN Kendari tentang Restorasi Gunung Bulu Bawakaraeng Direkomendasikan Lanjut Sesuai Rencana

waktu baca 3 menit
Kamis, 24 Sep 2026 22:45 5 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI – Riset Restorasi Post-Complex Humanitarian Emergency Gunung Bulu Bawakaraeng Berbasis Ekoteologi yang didanai melalui Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama, MoRA The AIR Funds (LPDP), menunjukkan kemajuan signifikan.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev), seluruh tujuh luaran yang ditargetkan dalam riset tersebut menunjukkan kemajuan terukur. Atas capaian tersebut, riset direkomendasikan untuk Lanjut Sesuai Rencana (Continue).

Monev yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari tersebut dilaksanakan secara hibrid.

Sesi daring berlangsung pada Senin (7/9/2026), kemudian dilanjutkan dengan sesi luring pada Selasa (15/9/2026) di Ocean Café Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Riset tersebut dipimpin Dr. Andi Yaqub, M.H.I., dengan melibatkan tim periset lintas perguruan tinggi, yakni Dr. Syawaluddin Hanafi, M.H. dari IAIN Bone, Eka Sufartianinsih Jafar, M.Psi., Psikolog dari Universitas Negeri Makassar (UNM), serta Fardi Ali Syahdar, S.S., C.NLP dari Universitas Hasanuddin (UNHAS).

Sementara proses monev dilakukan Prof. Dr. Hafsan, S.Si., M.Pd. dari UIN Alauddin Makassar sebagai reviewer yang ditetapkan oleh pengelola program.

Tujuh Luaran Tunjukkan Kemajuan

Hasil verifikasi menunjukkan sejumlah luaran riset telah mencapai tingkat kemajuan tinggi. Luaran berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan buku masing-masing mencapai tingkat verifikasi tertinggi.

Luaran HKI telah resmi tercatat melalui Surat Pencatatan Ciptaan. Sementara itu, draf buku berjudul Ecotheological Humanitarian Restoration Framework (EHRF) dinilai telah disusun secara komprehensif.

Selain buku, draf artikel ilmiah yang mengembangkan kerangka EHRF juga menunjukkan progres signifikan. Penyusunan artikel tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan dijadwalkan untuk disubmisikan ke jurnal terindeks Scopus.

Adapun luaran lainnya berupa policy brief, infografis, model tata kelola, serta laporan implementasi masing-masing telah mencapai tingkat verifikasi antara 80 hingga 90 persen.

Capaian tersebut bahkan melampaui target yang ditetapkan. Tim riset berhasil menghasilkan dua luaran tambahan berupa maket dan sketsa yang mendukung pengembangan hasil penelitian.

Kerangka EHRF Mulai Divalidasi

Dalam proses evaluasi, reviewer menyimpulkan bahwa kerangka Ecotheological Humanitarian Restoration Framework (EHRF) telah terbentuk dan mulai memasuki tahap validasi melalui keterlibatan komunitas.

Proses validasi dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan melalui sejumlah kegiatan Focus Group Discussion (FGD).

FGD tersebut telah dilaksanakan di Benteng Somba Opu Gowa, Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar, serta Auditorium Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) Makassar.

Pelibatan komunitas menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kerangka EHRF karena riset tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan konsep akademik, tetapi juga membangun model restorasi yang dapat dikembangkan dan diterapkan dalam konteks kemanusiaan serta lingkungan.

Berdasarkan keseluruhan capaian dan bukti luaran yang diverifikasi, riset dinilai telah berjalan sesuai dengan arah dan tahapan yang telah direncanakan.

Atas hasil monitoring dan evaluasi tersebut, riset Restorasi Post-Complex Humanitarian Emergency Gunung Bulu Bawakaraeng Berbasis Ekoteologi direkomendasikan untuk Lanjut Sesuai Rencana (Continue).

Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi UIN Kendari dalam pengembangan riset berbasis ekoteologi yang memadukan dimensi lingkungan, kemanusiaan, dan nilai-nilai keagamaan dalam upaya membangun kerangka restorasi yang lebih berkelanjutan. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA