Mahasiswa UHO Perdalam Literasi CBP Rupiah di KPw BI Sultra

waktu baca 3 menit
Kamis, 24 Sep 2026 22:13 4 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI – Mahasiswa Kelompok Studi Pasar Modal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Hukum (FH) Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan kunjungan edukatif ke Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Wakatobi KPw BI Sultra tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai peran Rupiah dalam kehidupan sehari-hari melalui edukasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah.

Asisten Penyelia Perkasan Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah BI Sultra, La Ode Awaluddin Mardani, mengatakan edukasi CBP Rupiah merupakan salah satu upaya Bank Indonesia memperluas literasi Rupiah, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai Rupiah, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Dengan mengenali dan merawat Rupiah dengan baik, tentunya kita turut menjaga Rupiah, termasuk dari risiko pemalsuan uang,” jelas Awaluddin dalam kegiatan tersebut.

Dalam materi Cinta Rupiah, mahasiswa diperkenalkan kembali dengan cara mengenali keaslian uang Rupiah melalui prinsip 3D, yakni Dilihat, Diraba dan Diterawang.

Prinsip tersebut menjadi salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan peredaran uang palsu.

Selain mengenali keaslian, mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai cara merawat Rupiah melalui prinsip 5J, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distaples, dan jangan dibasahi.

Perawatan tersebut penting untuk menjaga kondisi fisik uang Rupiah agar tetap layak digunakan dalam aktivitas transaksi masyarakat.

Selanjutnya, pada aspek Bangga Rupiah, mahasiswa diberikan pemahaman bahwa Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran dalam kegiatan ekonomi, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rupiah merupakan alat pembayaran yang sah sekaligus menjadi salah satu simbol pemersatu bangsa. Penggunaan Rupiah dalam transaksi sehari-hari menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan dan penghargaan terhadap mata uang nasional.

Sementara itu, aspek Paham Rupiah berkaitan dengan kemampuan masyarakat menggunakan Rupiah secara bijak, termasuk dalam mengelola keuangan sehari-hari.

Mahasiswa didorong untuk memiliki kebiasaan bertransaksi, berbelanja, dan mengatur pengeluaran secara bijak dengan memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

Pemahaman tersebut dinilai relevan bagi mahasiswa sebagai generasi muda yang mulai memiliki kemandirian dalam mengelola keuangan.

Melalui edukasi CBP Rupiah, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai ciri dan cara memperlakukan uang Rupiah, tetapi juga memahami pentingnya perilaku bijak dalam bertransaksi serta mengelola keuangan.

Kunjungan Kelompok Studi Pasar Modal FEB dan FH UHO ke KPw BI Sultra juga menjadi ruang interaksi antara dunia pendidikan tinggi dengan Bank Indonesia dalam memperkuat literasi kebanksentralan dan pemahaman mengenai Rupiah.

Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong semakin kuatnya kesadaran generasi muda untuk menggunakan, merawat, dan menghargai Rupiah dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pemahaman terhadap Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, mahasiswa diharapkan tidak hanya melihat Rupiah sebagai alat transaksi, tetapi juga memahami kedudukannya sebagai bagian dari identitas dan kedaulatan bangsa. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA