BritaTOP.Com, KENDARI – Limbah pertanian yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah ternyata dapat diolah menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi. Hal inilah yang dikembangkan enam dosen Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Program Kemitraan Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.
Mengangkat tema “Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Pengembangan Produk Inovatif Berbasis Pemberdayaan Siswa SMK dan Masyarakat”, program tersebut menyasar siswa SMKN 5 Kendari dan masyarakat dengan memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis dalam mengolah berbagai limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai tambah.

Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik, RH. Fitri Faradilla, S.T.P., M.Sc., Ph.D, mengatakan program ini dilatarbelakangi masih rendahnya pemanfaatan berbagai jenis limbah pertanian dan rumah tangga yang sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan.
“Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk inovatif melalui pemberdayaan siswa SMK dan masyarakat. Limbah seperti sayuran dan buah-buahan, air kelapa tua, serta limbah rumah tangga lainnya masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan limbah, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Tematik berperan sebagai fasilitator dengan memberikan pelatihan berbasis praktik. Peserta kemudian dibagi dalam tiga kelompok tematik, yakni pengolahan limbah menjadi pupuk organik cair, pemanfaatan air kelapa tua menjadi nata de coco, serta pembuatan pestisida nabati.

Selain keterampilan produksi, peserta juga mendapatkan pembekalan dasar kewirausahaan, mulai dari pengemasan hingga pemasaran produk secara sederhana.
Menariknya, program tersebut juga menghasilkan produk inovatif lainnya, yakni asam amino, yang dikembangkan dari pemanfaatan bahan dan hasil samping pertanian.

Seluruh proses dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari persiapan dan pembekalan, sosialisasi, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, pengemasan hingga diseminasi hasil melalui expo mini.
Expo mini menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Produk hasil praktik peserta ditampilkan kepada masyarakat sehingga tidak hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi pemanfaatan limbah pertanian sebagai produk bernilai ekonomi.

“Peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga belajar menjelaskan manfaat, proses pembuatan, melakukan pengemasan, hingga mendiseminasikan hasilnya kepada masyarakat,” jelas Fitri.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui transfer pengetahuan. Lebih dari itu, peserta perlu diberikan pengalaman praktik agar memiliki keterampilan dan kemandirian dalam mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.

Melalui program ini, siswa dan masyarakat diharapkan mampu melihat limbah bukan sekadar sebagai barang buangan, melainkan sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi produk produktif dan bernilai ekonomi.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, sekaligus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan limbah,” katanya.



Dari sisi luaran, Program Kemitraan Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik tersebut telah menghasilkan sejumlah capaian, di antaranya publikasi pada media online, artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat yang telah submitted, produk inovatif hasil pemanfaatan limbah pertanian, serta bahan ajar atau modul pelatihan yang dapat dimanfaatkan guru, siswa dan masyarakat.


Kegiatan tersebut juga mendorong peningkatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sederhana, diversifikasi produk, partisipasi peserta, serta kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan dan berorientasi ekonomi.


Adapun enam dosen UHO yang terlibat dalam program tersebut yakni RH. Fitri Faradilla, S.T.P., M.Sc., Ph.D; Dr. La Ode Alwi, S.P., M.P; Dr. Nuriadi, S.P., M.Si; Prof. Dr. Ir. Hj. Gusnawaty HS., SP., MP., IPM., ASEAN. Eng; Eka Febrianti, S.Si., M.P; dan Dr. Ima Astuty Wunawarsih, S.P., M.Si.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UHO dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan inovasi berbasis potensi lokal. (Red)
Tidak ada komentar