BritaTOP.Com, KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling menggelar Workshop “Strategi Menjaga Kesehatan Mental Tenaga Kependidikan UHO: Pelayanan Akademik Prima”, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sahid Azizah Syariah Hotel tersebut diikuti sekitar 150 administrator atau tenaga kependidikan yang merupakan perwakilan dari berbagai unit kerja di lingkungan UHO.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya UHO dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kependidikan yang memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pelayanan akademik bagi dosen maupun mahasiswa.
Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO yang diwakili Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UHO, Prof. Dr. Ir. Edward Ngii, S.T., M.T.
Dalam kegiatan tersebut, UHO menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang psikologi industri dan organisasi, yakni Dr. H. Sus Budiharto, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Dr. Sus Budiharto yang merupakan Dekan Fakultas Psikologi UII Yogyakarta tersebut memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dalam lingkungan kerja.
Dengan latar belakang keilmuan di bidang industri dan organisasi, ia membahas berbagai kondisi yang berkaitan dengan dunia kerja, termasuk ritme kerja, dinamika hubungan antarkaryawan, hingga keterampilan yang dibutuhkan agar tenaga kependidikan mampu menjalankan tugas secara optimal tanpa mengabaikan kesehatan mental.
Materi yang diberikan juga diarahkan untuk membantu peserta mengenali kondisi diri, mengelola tekanan pekerjaan, mengantisipasi kejenuhan, serta membangun komunikasi yang efektif dengan rekan kerja maupun pihak lain yang berinteraksi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kepala UPA Bimbingan dan Konseling UHO, Eva Herik, S.Psi., M.Psi., mengatakan workshop tersebut secara khusus menyasar tenaga kependidikan karena mereka memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan di lingkungan kampus.
“Jadi tenaga kependidikan ini memiliki peran strategis di lingkungan kampus. Di UPA Bimbingan dan Konseling UHO, target kegiatan bukan hanya untuk dosen dan mahasiswa, tetapi juga tenaga kependidikan,” ujarnya.

Menurut Eva, tenaga kependidikan menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung terciptanya pelayanan akademik yang prima. Karena itu, kondisi mental dan kenyamanan mereka dalam bekerja juga perlu mendapatkan perhatian.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, para peserta dapat memahami bagaimana menjaga ritme kerja sekaligus mengelola berbagai tekanan yang muncul dalam aktivitas pekerjaan.
“Harapannya mereka dapat memahami seperti apa menjaga ritme kerja terkait kesehatan mental itu sendiri, sehingga mereka nyaman dalam dunia kerjanya. Walaupun mengalami kejenuhan, mereka mampu mengendalikan dan mengantisipasi kejenuhan tersebut,” jelasnya.
Selain kemampuan mengelola kejenuhan, Eva juga menekankan pentingnya komunikasi efektif di lingkungan kerja. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas pelayanan.
“Bagaimana kemudian mereka mampu berkomunikasi efektif dengan rekan-rekan kerja maupun dengan pihak-pihak yang akan berkomunikasi dan bekerja sama dengan mereka,” katanya.
Ia menjelaskan, tenaga kependidikan setiap hari berhadapan dengan berbagai kebutuhan pelayanan, baik dari mahasiswa, dosen maupun unsur lainnya di lingkungan universitas. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan secara profesional sekaligus mental.
Karena itu, pemahaman mengenai kesehatan mental dinilai penting agar tenaga kependidikan mampu menjalankan tugas tanpa mengalami tekanan psikologis yang berkepanjangan.
“Bagaimana mereka melakukan pelayanan, baik itu untuk dosen maupun mahasiswa. Mereka harus memahami kesehatan mentalnya sehingga dapat menjalankan tugas, tidak stres berkepanjangan dan tidak cemas berkepanjangan yang itu sangat memengaruhi kinerja mereka,” ungkap Eva.
Lebih lanjut, Eva mengatakan bahwa peserta workshop berasal dari berbagai unit di lingkungan UHO. Pihaknya telah menyurati seluruh fakultas dan unit kerja untuk mengirimkan perwakilan tenaga kependidikan dalam kegiatan tersebut.
“Untuk pesertanya kami bersurat ke semua unit dan fakultas. Ada 150 peserta pada kegiatan ini, dari pihak rektorat dan fakultas untuk mengirimkan perwakilan. Jadi seluruh lingkup UHO terlibat,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan workshop semata, tetapi dapat memberikan dampak terhadap pola kerja tenaga kependidikan dalam menjalankan pelayanan sehari-hari.
Dengan meningkatnya pemahaman mengenai kesehatan mental, tenaga kependidikan diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang lebih sehat, membangun hubungan kerja yang positif, serta memberikan pelayanan akademik yang semakin profesional kepada seluruh civitas akademika UHO.
Workshop ini sekaligus menegaskan komitmen UHO melalui UPA Bimbingan dan Konseling untuk memberikan perhatian terhadap aspek kesejahteraan psikologis seluruh unsur kampus, termasuk tenaga kependidikan sebagai bagian penting dalam mewujudkan pelayanan akademik yang prima. (Red)
Tidak ada komentar