UMKendari–Balai Bahasa Sultra Perkuat Sinergi Pengembangan Bahasa Berbasis Digital

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Jan 2026 06:11 61 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKENDARI) bersama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara membahas penguatan sinergi program pengembangan dan pembinaan bahasa berbasis digitalisasi melalui implementasi tridarma perguruan tinggi. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Senat UMKENDARI.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor IV UMKENDARI Mohammad Dikman Maheng, M.Sc., Ph.D., didampingi Direktur Kerja Sama dan Internasionalisasi UMKENDARI Titin Rahmiatin, M.Pd., Ph.D., serta sejumlah dekan dan ketua program studi. Sementara dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara hadir Kepala Balai Bahasa Dewi Pridayanti, S.Sos., M.Ad. SDA., bersama jajaran tim.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UMKENDARI Mohammad Dikman Maheng menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi pada pengembangan dan pembinaan bahasa yang terintegrasi dengan pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar program kebahasaan lebih relevan dan berdampak luas.

“Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pengembangan kebahasaan yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara Dewi Pridayanti memaparkan sejumlah program prioritas kebahasaan, antara lain penguatan literasi, pembinaan penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan akademik dan ruang publik, serta pelindungan dan pelestarian bahasa daerah. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan digitalisasi dan alih wahana produk kebahasaan, termasuk produk pembelajaran, agar lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di era digital.

Melalui pertemuan ini, UMKENDARI dan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen menjajaki bentuk-bentuk kolaborasi konkret yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem kebahasaan, meningkatkan literasi, serta mendukung pelestarian bahasa daerah berbasis inovasi digital. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA