Sepanjang 2025, Lebih dari 254 Ribu Warga Kendari Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Jan 2026 09:34 95 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mencatat sebanyak 254.808 warga telah memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2025. Angka tersebut setara dengan 69,53 persen dari total jumlah penduduk Kota Kendari yang mencapai 366.454 jiwa.

Capaian itu meliputi seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia, yang mengikuti layanan CKG di seluruh puskesmas di Kota Kendari.

Kepala Dinkes Kota Kendari, Hasria, menyampaikan bahwa angka partisipasi tersebut jauh melampaui target nasional Program CKG yang ditetapkan Kementerian Kesehatan sebesar 36 persen.

“Capaian ini melampaui target nasional program CKG yang hanya ditetapkan sebesar 36 persen. Ini sekaligus menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujar Hasria saat ditemui di Kantor Balai Kota Kendari, Selasa (27/1/26).

Hasria menambahkan, pada tahun 2026, Program Cek Kesehatan Gratis akan kembali dilaksanakan secara berkelanjutan mulai Januari hingga Desember, sama seperti tahun sebelumnya.

“Insya Allah, program CKG ini akan kembali kita laksanakan dari Januari hingga Desember 2026. Jenis pemeriksaannya meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, pemeriksaan gula darah, skrining kesehatan langsung bersama dokter, hingga pemberian obat secara gratis,” jelasnya.

Untuk mengikuti program tersebut, masyarakat hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Dinkes Kota Kendari menganjurkan agar CKG dilakukan minimal satu kali dalam setahun sebagai langkah deteksi dini kondisi kesehatan.

“Kami kembali mengimbau masyarakat yang ingin melakukan CKG agar menyiapkan data diri berupa KTP dan Kartu Keluarga,” tegas Hasria.

Ia juga menjelaskan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis merupakan inisiatif pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI yang bertujuan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya kepada masyarakat.

Program ini difokuskan pada deteksi dini faktor risiko kesehatan dan penyakit, baik pada anak usia sekolah (7–17 tahun) maupun masyarakat umum, guna meningkatkan kualitas hidup serta mencegah terjadinya komplikasi penyakit di kemudian hari. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA