Wali Kota Kendari Respons Cepat Keluhan Warga Soal Biaya Masuk Pantai Nambo

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Okt 2025 20:25 57 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, kembali menunjukkan kepemimpinan yang responsif terhadap aspirasi masyarakat. Kali ini, ia turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait pungutan biaya masuk di kawasan Pantai Nambo, Rabu (29/10/2025).

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh sejumlah warga yang bermukim di sekitar kawasan pantai. Mereka merasa keberatan karena dikenakan biaya masuk saat melewati area wisata, padahal sebagian akses jalan menuju rumah mereka harus melalui kawasan Pantai Nambo.

“Kami merasa tidak nyaman karena setiap kali keluar-masuk harus bayar, padahal jalan itu satu-satunya akses ke rumah,” ungkap salah satu warga.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Kendari segera mengambil langkah cepat. Tanpa menunda waktu, ia mengundang perwakilan warga untuk berdialog langsung di Aula Samaturu Balai Kota Kendari. Dalam pertemuan tersebut, wali kota mendengarkan penjelasan dan aspirasi masyarakat serta melakukan koordinasi dengan pihak pengelola Pantai Nambo.

“Permasalahan ini hanya miskomunikasi antara pihak pengelola dan warga sekitar. Kami ingin memastikan semua berjalan baik tanpa ada yang merasa dirugikan,” ujar Wali Kota Kendari.

Tak berhenti di ruang rapat, sore harinya Wali Kota Siska langsung meninjau lokasi Pantai Nambo untuk melihat kondisi sebenarnya. Ia juga menyempatkan berkunjung ke rumah salah satu warga yang berdampingan dengan kawasan pantai guna mendengar langsung keluhan dan masukan dari masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan solusi agar warga dapat berkoordinasi langsung dengan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Kendari untuk mencari jalan keluar terbaik.

“Masalah seperti ini harus diselesaikan dengan komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari,” tegasnya.

Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pariwisata berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan destinasi wisata, termasuk evaluasi terhadap mekanisme retribusi dan akses bagi warga sekitar pantai. Evaluasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat untuk memastikan kenyamanan baik bagi pengunjung maupun masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan wisata. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA