Wagub Sultra Terima Audiensi BPD PHRI, Bahas Dukungan Sukseskan Rakorda Produk Hukum Daerah dan STQH Nasional XXVIII

waktu baca 3 menit
Rabu, 20 Agu 2025 12:15 71 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI- Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling., menerima audiensi Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Sultra bersama pelaku industri pariwisata di Hotel Venus Kendari, Rabu (20/8/2025).

Pertemuan ini digelar dalam rangka membangun sinergi menyukseskan Rapat Koordinasi Produk Hukum Daerah (Rakorda) pada 25 Agustus 2025 dan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadis (STQH) Nasional XXVIII pada 9–19 Oktober 2025 di Kendari.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Asisten Setda Sultra, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi, serta sejumlah pejabat dan pelaku usaha perhotelan dan restoran.

Dalam arahannya, Wagub Hugua menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh seluruh ekosistem daerah dalam menyambut dua event besar tersebut. Menurutnya, Rakorda dan STQH bukan hanya agenda seremonial, tetapi momentum menunjukkan kapasitas Sultra sebagai tuan rumah yang ramah, profesional, dan siap menghadirkan pelayanan terbaik.

“Sebentar lagi kita akan menyelenggarakan Rakorda Produk Hukum Daerah dan STQH Tingkat Nasional XXVIII. Keberhasilan dua event ini sangat bergantung pada kesiapan kita secara menyeluruh. Ribuan tamu dari seluruh Indonesia akan hadir, menginap, dan berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus kita perkuat,” ujar Hugua.

Ia menambahkan, penyelenggaraan event nasional maupun internasional harus dipandang sebagai strategi besar pembangunan daerah, khususnya sektor pariwisata. Sultra, kata Hugua, memiliki modal besar berupa posisi strategis, destinasi unggulan seperti Wakatobi, serta potensi budaya dan kuliner yang dapat mengangkat perekonomian daerah.

Menurutnya, arah pembangunan Sultra sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita yang diturunkan ke dalam RPJMD, dengan empat pilar utama pembangunan: pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pariwisata.

“Prinsip pembangunan kita jelas, pendidikan harus maksimal, kesehatan menjadi prioritas, SDM terus kita tingkatkan, dan pariwisata menjadi penggerak ekonomi,” tegasnya.

Hugua menekankan, pariwisata memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang mampu menggerakkan sedikitnya 17 hingga 18 sektor lainnya, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, perdagangan, hingga jasa kreatif.

Dalam keterangannya kepada media, Wagub mengungkapkan bahwa audiensi tersebut dihadiri komunitas pariwisata, mulai dari BPD PHRI, HPI, ASITA, pelaku travel, hingga para chef. Dari sisi perhotelan, sekitar 3.400 kamar hotel dan homestay telah disiapkan, dengan komitmen tidak menaikkan tarif berlebihan, mengangkat kuliner tradisional sebagai identitas daerah, serta menyiapkan paket tur ke berbagai kabupaten/kota dengan standar pelayanan memadai.

Selain itu, dukungan komunitas pariwisata juga diarahkan untuk agenda berkelanjutan Pemprov Sultra. Selain kalender event pariwisata tahunan di 17 kabupaten/kota, Sultra juga tengah mempersiapkan event internasional International Conference on Sustainable Tourism dan Executive Bureau Meeting pada pertengahan 2026, yang akan dihadiri perwakilan dari Eropa, Afrika, Asia Pasifik, hingga Amerika Latin.

“Dengan sinergi seluruh pihak dan arahan dari Gubernur ASR, kami meyakini sektor pariwisata Sultra akan terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” pungkas Hugua. (Fug)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA