BritaTop.Com, KENDARI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kendari menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan melindungi data pribadi peserta di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan menyusul maraknya praktik percaloan dalam proses klaim yang merugikan peserta.
“Karyawan kami di seluruh Indonesia khususnya Kendari selalu diingatkan dan diberi pemahaman kembali terkait integritas. Kami memahami pentingnya Undang-Undang Perlindungan Data, baik bagi diri sendiri maupun peserta,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kendari diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan, Aprilya baru- baru ini.
Lanjut Aprilya, pihaknya juga terus mengimbau para peserta BPJS Ketenagakerjaan agar senantiasa berhati-hati dalam menjaga data pribadinya. Pihaknya mencontohkan, jika peserta datang hanya membawa KTP tanpa mengetahui nomor kepesertaannya.
BPJS Ketenagakerjaan bebernya , tetap memastikan keaslian data melalui bukti kerja agar terhindar dari penyalahgunaan data. “Kami selalu mengingatkan agar peserta tidak sembarangan memberikan KTP kepada pihak lain, karena dapat disalahgunakan untuk membuka rekening atau mengajukan pinjaman online,” tegasnya.
Terkait proses klaim, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa seluruh layanan tersedia melalui kanal resmi tanpa dipungut biaya, seperti aplikasi JMO, Lapak Asik, dan bisa langsung ke kantor cabang. “Proses klaim sebenarnya sangat sederhana. Peserta hanya perlu mengunggah KTP, kartu kepesertaan, dan bukti kerja. Tidak perlu menggunakan jasa calo yang justru memotong hingga 50% saldo peserta,” jelasnya.
BPJS Ketenagakerjaan juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan institusi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. “Jika menemukan indikasi keterlibatan oknum internal, kami persilakan untuk melapor melalui Whistle Blowing System atau call center. Identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya,” pungkasnya. (Fug)
Tidak ada komentar