UHO Kukuhkan 9 Guru Besar, Target 250 Profesor Sebelum 2030

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Sep 2026 09:51 8 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI– Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menambah jajaran guru besarnya. Sebanyak sembilan dosen dari empat fakultas resmi dikukuhkan sebagai guru besar dalam Upacara Senat Terbuka UHO yang digelar di Auditorium Mokodompit, Kendari, Jumat (11/9).

Pengukuhan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas akademik UHO. Dengan tambahan sembilan profesor tersebut, jumlah guru besar UHO kini mencapai sekitar 170 orang yang tersebar pada 14 fakultas.

Plt. Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munandi, S.T., M.Eng., mengatakan peningkatan jumlah guru besar merupakan bagian dari upaya UHO memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus kapasitas kelembagaan dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, UHO menargetkan jumlah guru besar terus bertambah hingga mencapai 200–250 orang sebelum tahun 2030.

“Bertambahnya jumlah guru besar akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan kapasitas kelembagaan Universitas Halu Oleo dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujar Khairul dalam sambutannya.

Ia menegaskan, bertambahnya jumlah profesor harus diikuti dengan tanggung jawab akademik yang semakin besar. Para guru besar diharapkan tidak hanya menjadi simbol pencapaian karier akademik, tetapi juga aktif menghasilkan penelitian, mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sembilan guru besar yang dikukuhkan berasal dari empat fakultas, yakni tiga orang dari Fakultas Pertanian, tiga orang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dua orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta satu orang dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Mereka masing-masing adalah Prof. Dr. Ir. Hj. Rahayu M., M.P., dalam bidang ilmu Pengendalian Hama Terpadu; Prof. Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P., dalam bidang Manajemen Risiko Agribisnis; serta Prof. Dr. Gusnawaty HS, S.P., M.P., dalam bidang Ilmu Pengendalian Penyakit Terpadu.

Selanjutnya, Prof. Dr. Rosliana Eso, S.Si., M.Si., dikukuhkan dalam bidang Ilmu Kemagnetan Tanah dan Batuan; Prof. Dr. Nasriadi Dali, M.Si., dalam bidang Ilmu Kimia Sintesis Sensor Organik; dan Prof. Dr. H. La Aba, S.Si., M.Si., dalam bidang Ilmu Fisika Terapan.

Kemudian, Prof. Dr. Ir. Yusnaini, D.E.A., dalam bidang Ilmu Ekofisiologi Reproduksi Ikan; Prof. Dr. Hj. Darnawati, S.Pd., M.Pd., dalam bidang Ilmu Teknologi Pembelajaran Sejarah; serta Prof. Dr. Jamiludin, M.Hum., dalam bidang Ilmu Sosiologi Pendidikan.

Khairul menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh guru besar yang dikukuhkan. Ia menyebut pencapaian jabatan profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Pencapaian predikat guru besar menjadi awal mula sebuah perjuangan untuk memantapkan khazanah keilmuan yang telah diraih, selalu memiliki integritas yang tinggi, tanggung jawab moral, dan yang terpenting mampu memberi kontribusi kepada masyarakat luas,” katanya.

Khairul menjelaskan, guru besar merupakan puncak karier jabatan fungsional seorang dosen di perguruan tinggi. Karena itu, predikat profesor harus diikuti dengan komitmen untuk terus berkarya dan memberikan keteladanan di lingkungan akademik.

Ia berharap sembilan profesor yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah akademik dengan penuh integritas, profesionalisme dan tanggung jawab.

“Guru besar diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

Menurut Khairul, para profesor juga memiliki posisi strategis dalam memperkuat budaya akademik UHO. Karya-karya ilmiah berkualitas, inovasi dan penelitian yang berdampak diharapkan terus lahir dari para guru besar untuk mendukung kemajuan masyarakat dan bangsa.

“Guru besar mampu menginspirasi generasi akademisi dengan kompetensi, keteladanan dan komitmen yang dimiliki. Guru besar diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, berintegritas, inovatif dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Pengukuhan sembilan guru besar ini sekaligus mempertegas komitmen UHO untuk terus memperkuat sumber daya akademik dan membangun ekosistem perguruan tinggi yang mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi pembangunan daerah, nasional hingga internasional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA