Suasana foto bersama seusai pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sindangkasih, Kec. Ranomeeto Barat, Kab. Konawe Selatan (Konsel). BritaTop.Com, KONSEL- Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (FP UHO) melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Sindangkasih, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan ini mengusung tema “Implementasi Konsep Zero Waste melalui Pemanfaatan Limbah Pertanian menjadi Pupuk Organik Cair untuk Meningkatkan Produksi Tanaman.”
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Gusnawaty HS, S.P., M.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat yang rutin dilakukan setiap semester oleh para dosen Fakultas Pertanian.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif terhadap permasalahan limbah pertanian yang kerap menjadi tantangan bagi petani di daerah pedesaan,” jelasnya.
Dalam sesi awal kegiatan, tim memberikan sosialisasi tentang konsep Zero Waste dalam pengelolaan limbah pertanian. Konsep ini menekankan pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan, dengan mengubah sisa-sisa hasil pertanian menjadi produk bernilai guna. “Salah satu penerapan nyatanya adalah pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah padi,” ungkapnya.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis (bimtek) pembuatan POC yang dipandu langsung oleh tim pengabdian. Bahan utama yang digunakan adalah jerami dan sisa-sisa padi, yang melimpah di Desa Sindangkasih sebagai sentra produksi padi. Melalui proses fermentasi dengan tambahan bahan alami seperti molase dan mikroorganisme lokal, limbah padi dapat diubah menjadi pupuk cair berkualitas tinggi.

Bimbingan teknis pembuatan POC
Dr. Gusnawaty menyebut bahwa POC dari limbah padi memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan pupuk kimia maupun pupuk organik padat.
“Pupuk organik cair dari limbah padi mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, yang mudah diserap akar. Selain itu, POC juga membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroba tanah, dan menekan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, penggunaan POC juga mendukung pertanian ramah lingkungan, karena bahan-bahan yang digunakan berasal dari limbah alami tanpa bahan sintetis. “Penerapan pupuk ini secara rutin dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembakaran jerami,” katanya.
Ia juga menuturkan bahwa, peserta kegiatan yang terdiri dari aparat desa, ibu-ibu PKK, dan para petani setempat terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan pupuk. Mereka juga diajak untuk langsung mempraktekkan proses pencampuran bahan agar dapat memproduksi POC secara mandiri di rumah masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap dapat mendorong masyarakat Desa Sindangkasih untuk menerapkan konsep Zero Waste dalam aktivitas pertanian mereka. Dengan demikian, sistem pertanian yang berkelanjutan, efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi dapat terwujud di tingkat desa,” tuturnya.

Sementara Kepala Desa Sindangkasih, Ahmad Supena, S.IP, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk organik cair seperti ini sangat bermanfaat bagi petani kami, terutama dalam menghadapi naiknya harga pupuk kimia,” tambahnya. (Red)
Tidak ada komentar