KWT Manggarai Padaleu Antusias Ikuti Bimtek Pembuatan Pestisida Nabati oleh Fakultas Pertanian UHO

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Okt 2025 14:31 40 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI – Fakultas Pertanian (FP) Universitas Halu Oleo (UHO) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), fakultas ini menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan di Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, belum lama ini.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pestisida nabati menjadi solusi alternatif bagi petani untuk mengendalikan hama tanaman tanpa merusak ekosistem. Berbeda dari pestisida kimia, pestisida nabati terbuat dari bahan alami seperti brotowali, umbi gadung, jeringau, dan daun sirsak, yang aman bagi manusia, hewan, serta lingkungan, dan tidak meninggalkan residu berbahaya.

Kegiatan Bimtek ini dipimpin oleh Vit Neru Satrah, S.P., M.P., bersama tim pakar dari Fakultas Pertanian UHO, di antaranya Prof. Dr. Ir. Halim, S.P., M.P., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. H. Anas Nikoyan, M.Si., Munirwan Zani, S.P., M.Si., Kadek Bayu, dan Lisrani Namran. Tim ini memberikan pelatihan langsung mengenai proses pembuatan pestisida nabati serta manfaatnya bagi keberlanjutan pertanian lokal.

Sasaran utama kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Manggarai di Kelurahan Padaleu. Para peserta mendapat kesempatan mempraktikkan langsung pembuatan pestisida nabati menggunakan bahan yang mudah ditemukan di sekitar mereka.

Ketua KWT Manggarai, Rahmatia, S.P., menyampaikan apresiasi atas pelatihan tersebut.

“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kegiatan ini. Sebelumnya, kami sering kesulitan mengatasi hama karena pestisida kimia mahal dan sulit diperoleh. Sekarang kami bisa membuat pestisida sendiri dari bahan alami yang ada di sekitar kami. Hasil pertanian kami jadi lebih sehat dan ramah lingkungan,” ujarnya dengan antusias.

Pose bersama seusai pelaksanaan Bimtek oleh Fakultas Pertanian UHO.

Rahmatia menambahkan, kegiatan ini juga memberi peluang peningkatan kesejahteraan bagi anggota KWT.

“Selain menghemat biaya, kami bisa berbagi pengetahuan kepada warga sekitar tentang pentingnya bertani dengan bahan alami. Ini sejalan dengan semangat menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Padaleu, Arman, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

“Kami sangat menyambut baik program dari Fakultas Pertanian UHO. Padaleu memiliki potensi besar di bidang pertanian, dan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan dan bebas dari dampak negatif pestisida kimia,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UHO berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inovasi pertanian ramah lingkungan. Selain meningkatkan hasil produksi, penerapan pestisida nabati diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi ketergantungan pada bahan kimia yang mahal dan berisiko.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup petani melalui penerapan teknologi berbasis kearifan lokal serta pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA