Ketua Yayasan STIE 66 Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M. BritaTOP.Com, KENDARI – STIE 66 Kendari terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang berorientasi pada kualitas, inovasi, dan daya saing global. Melalui tagline “More Than Others”, kampus ini menegaskan komitmennya untuk menghadirkan keunggulan yang berbeda dibandingkan perguruan tinggi swasta lainnya.
Ketua Yayasan STIE 66 Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M., mengatakan bahwa tagline tersebut bukan sekadar slogan, melainkan menjadi arah dan pijakan dalam pengembangan institusi ke depan.
“More Than Others atau lebih dari yang lain bukan hanya slogan. Ini adalah langkah dan komitmen kami. Apa yang tidak ada di tempat lain, kami berusaha hadirkan di STIE 66 Kendari,” ujarnya.
Menurutnya, STIE 66 Kendari tidak hanya berfokus pada persaingan di tingkat Sulawesi Tenggara, tetapi juga menargetkan posisi strategis di kawasan regional Sulawesi dan tingkat nasional. Bahkan, visi kampus diarahkan untuk memiliki daya saing hingga tingkat Asia Tenggara.
“Kami tidak lagi melihat persaingan hanya di Sulawesi Tenggara. Kami melihatnya pada tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Karena visi kami adalah menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing di Asia Tenggara,” katanya.
Sebagai bagian dari target pengembangan institusi, STIE 66 Kendari menargetkan masuk dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi swasta terbaik di wilayah regional Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara dalam dua tahun ke depan.
Untuk mencapai target tersebut, kampus terus mendorong peningkatan mutu akademik, penguatan tata kelola, serta percepatan pencapaian akreditasi unggul.
“Kami optimistis dengan berbagai upaya yang dilakukan, termasuk penguatan kualitas akademik dan tata kelola, target akreditasi unggul dapat tercapai,” ungkapnya.
Selain kualitas akademik, STIE 66 Kendari juga mengedepankan budaya kekeluargaan yang menjadi ciri khas kampus. Menurut Ichsanuddin, hubungan antara dosen, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika dibangun dengan semangat kebersamaan dan saling mendukung.
“Di dalam kelas, hubungan dosen dan mahasiswa berlandaskan proses keilmuan. Namun di luar ruang kuliah, budaya yang dibangun adalah budaya kekeluargaan, persaudaraan, dan pertemanan yang kuat. Itu yang menjadi salah satu pembeda kami dengan perguruan tinggi lain,” jelasnya.
Saat ini, STIE 66 Kendari juga tengah menunggu hasil asesmen lapangan untuk Program Studi Magister Manajemen dan Program Studi Manajemen. Berdasarkan hasil penilaian sementara dari asesor, pihak kampus optimistis memperoleh hasil yang sangat baik.
Meski demikian, pihak yayasan menegaskan tidak ingin mendahului keputusan resmi dari lembaga akreditasi. Namun, berbagai indikator menunjukkan peluang besar untuk meraih predikat unggul.
Dalam mendukung transformasi menuju kampus unggul, STIE 66 Kendari terus memperkuat program digitalisasi kampus dan internasionalisasi. Langkah tersebut diwujudkan melalui pengembangan kurikulum berbasis teknologi digital, peningkatan kompetensi dosen, penyediaan fasilitas modern, serta perluasan kerja sama internasional.
“Teknologi digital, internasionalisasi kampus, dan budaya akademik yang kuat menjadi fokus utama kami. Itu yang akan menjadi fondasi STIE 66 Kendari menuju perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global,” pungkasnya. (red)
Tidak ada komentar