PKMI UHO Perkenalkan Rocket Stove dan Bio-Ecompost sebagai Solusi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Anduonohu

waktu baca 3 menit
Selasa, 18 Nov 2025 08:22 54 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI – Persoalan sampah masih menjadi isu utama di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Kota Kendari. Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampaknya akibat tingginya volume sampah rumah tangga dan aktivitas ekonomi masyarakat. Keterbatasan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), kurangnya armada pengangkut sampah, serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah menjadi tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan di wilayah tersebut.

Menjawab persoalan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Halu Oleo (LPPM UHO) melalui Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI-UHO) menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi. Tim dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Kedokteran (FK) UHO memberikan edukasi serta pelatihan penerapan Rocket Stove dan Bio-Ecompost kepada warga sebagai langkah konkret dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan manfaat ekonominya.

Teknologi Ramah Lingkungan: Rocket Stove dan Bio-Ecompost

Rocket Stove merupakan tungku hemat energi dengan sistem pembakaran vertikal yang memanfaatkan biomassa seperti ranting, sekam, potongan kayu, dan sampah organik kering sebagai bahan bakar. Teknologi ini terbukti lebih efisien dibandingkan tungku tradisional karena menghasilkan panas tinggi dengan asap lebih sedikit, sehingga lebih ramah lingkungan dan efektif mengurangi sampah organik kering.

Sementara itu, Bio-Ecompost adalah metode pengomposan yang mengolah sampah organik basah seperti sisa makanan dan kulit buah menggunakan bioaktivator (EM4, Trichoderma, atau mikroba lokal). Hasilnya adalah pupuk organik berkualitas yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah.

PKMI-UHO Tingkatkan Kapasitas Warga Anduonohu

Tim PKMI-UHO terdiri dari Siti Rabbani Karimuna, S.KM., M.P.H., Irma Yunawati, S.KM., M.P.H., dan Yasnani, S.Si., M.Kes dari FKM UHO, serta Arfiyan Sukmadi, S.ST., M.Tr.Kep dari FK UHO. Mereka kompak menyatakan bahwa program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik secara mandiri, murah, dan berkelanjutan.

Kegiatan dimulai dengan edukasi mengenai jenis sampah, dampaknya terhadap lingkungan, serta pentingnya pemilahan sejak dari rumah. Warga kemudian diberikan pelatihan praktik pembuatan Rocket Stove dan Bio-Ecompost sehingga mampu menerapkannya langsung di lingkungan masing-masing.

Ketua tim, Siti Rabbani Karimuna, berharap edukasi dan pelatihan ini dapat menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat.

“Kami ingin warga tidak hanya memahami dampak sampah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Irma Yunawati menambahkan bahwa teknologi ini juga berpotensi mengurangi polusi udara dan menjawab kelangkaan pupuk organik di sektor pertanian.

Pengembangan Jangka Panjang dan Output Publikasi

Program ini dilengkapi evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan pengetahuan masyarakat. Hasilnya akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan. Kegiatan ini juga akan menghasilkan artikel ilmiah pada jurnal nasional, buku ber-ISBN, serta publikasi di media massa online.

Yasnani berharap publikasi tersebut dapat memperluas dampak program. “Tidak hanya warga Anduonohu yang bisa belajar, tetapi masyarakat luas juga dapat menerapkan inovasi serupa di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Arfiyan Sukmadi turut menekankan pentingnya kolaborasi tiga pihak: masyarakat, pemerintah, dan akademisi. “Dengan kerja sama yang baik, pengelolaan sampah yang efisien, berkelanjutan, dan berbasis teknologi bukan hal yang mustahil,” ungkapnya.

Komitmen UHO untuk Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Halu Oleo dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di Sulawesi Tenggara. Melalui inovasi sederhana namun berdampak besar seperti Rocket Stove dan Bio-Ecompost, diharapkan Kelurahan Anduonohu dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis teknologi yang menginspirasi daerah lain di Kota Kendari dan sekitarnya.

Semoga langkah ini menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan, menuju masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA