PPs UHO Gelar Bimtek Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Dapur di Desa Tanjung Tiram

waktu baca 3 menit
Selasa, 18 Nov 2025 12:43 62 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI – Program Pascasarjana (PPs) Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Internal (PKMI). Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema “Bimbingan Teknis Pembuatan Pupuk Organik Cair Limbah Dapur dan Aplikasinya pada Budidaya Tanaman Hortikultura di Lahan Pekarangan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 Oktober 2025 di Balai Desa Tanjung Tiram ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, M.Si., dengan anggota tim terdiri dari Prof. Dr. Ir. La Ode Safuan, MP., Prof. Dr. Ir. Muhidin, M.Si., dan Dr. Ir. H. Abdul Madiki, M.Si. Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Pertanian, yakni Desak Ketut Sutiari (G3IP23015) dan Marsia Sumule Genggong (G3IP24006).

Prof. Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, M.Si. membimbing langsung peserta dalam proses pembuatan pupuk organik cair (POC) menggunakan dekomposer alami pada sesi praktik lapangan.

Pelaksanaan kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Tanjung Tiram, perangkat desa, Ketua dan Anggota Dasawisma, serta masyarakat setempat. Dalam pemaparannya, Prof. Gusti Ayu Kade Sutariati menyampaikan bahwa permasalahan sampah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh masyarakat harus berperan aktif dalam pengelolaannya.

Menurutnya, potensi sampah organik rumah tangga sangat besar dan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti Pupuk Organik Cair (POC), kompos, maupun pupuk organik padat. Ia menekankan bahwa pengolahan sampah rumah tangga secara mandiri merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan oleh setiap keluarga untuk mengurangi timbulan sampah di desa.

“Produk hasil olahan sampah ini sangat berguna untuk budidaya tanaman hortikultura di pekarangan, sehingga masyarakat dapat menghasilkan sayuran dan buah-buahan organik yang lebih sehat dan aman dikonsumsi,” ungkapnya.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan POC dari limbah dapur dan sampah organik pekarangan. Demo dipandu oleh Prof. Gusti Ayu bersama tim, dan mendapat antusiasme besar dari peserta.

Prof. Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, M.Si. membimbing langsung peserta dalam proses pembuatan pupuk organik cair (POC) menggunakan dekomposer komersial pada sesi praktik lapangan.

Berbagai pertanyaan muncul, terutama terkait proses fermentasi, komposisi limbah, hingga penggunaan dekomposer alami maupun komersial. Tim Pelaksana menjelaskan bahwa POC dapat dihasilkan hanya dengan ember tertutup dan bahan-bahan organik seperti sisa sayur, buah, nasi, air cucian beras, air kelapa, daun kering, dan rumput.

Proses fermentasi secara alami membutuhkan waktu 8–12 minggu. Namun, dengan penambahan dekomposer seperti EM4 atau mikroorganisme lokal berbahan nasi basi, bonggol pisang, air cucian beras, maupun akar bambu, fermentasi dapat dipercepat menjadi 3–4 minggu.

Kepala Desa Tanjung Tiram, Habir, dalam sambutan penutup menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Tim PKMI PPs UHO. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas dan kualitas hidup masyarakat.

“Desa Tanjung Tiram memiliki masyarakat yang terbuka dan antusias menerima pengetahuan baru. Kegiatan seperti ini sangat membantu mereka mengembangkan wawasan dan meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya lokal,” ujarnya.

Ketua Tim PKMI UHO, Prof. Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, M.Si (kiri) menyerahkan bantuan benih sayuran kepada Ketua PKK sekaligus Ketua Dasawisma Desa Tanjung Tiram.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap praktik budidaya di pekarangan, Ketua Tim Pelaksana menyerahkan benih sayur kepada Ketua PKK Desa Tanjung Tiram. Benih ini diharapkan dapat digunakan sebagai tahap awal penerapan POC hasil pelatihan.

Melalui kegiatan PKMI ini, Program Pascasarjana UHO kembali menunjukkan perannya dalam pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam pengelolaan sampah organik dan pengembangan pertanian pekarangan yang berkelanjutan. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA