BritaTOP.Com, MOROME– Tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan pelatihan pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, dan eco-enzym bersama Kelompok Tani Lembah Subur Morome. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan limbah organik menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi guna mendukung pertanian organik yang berkelanjutan.
Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat tersebut diketuai oleh Eko Aprianto Johan, S.P., M.P., dengan anggota Dr. Widhi Kurniawan, S.Pt., M.Si. dan H. Herman Titop., S.E., M.Si.. Pelatihan diikuti oleh anggota Kelompok Tani Lembah Subur Morome, mahasiswa, serta masyarakat sekitar yang memiliki perhatian terhadap pengelolaan limbah dan pertanian ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar limbah buah dan sayuran. Bahan-bahan tersebut difermentasi menggunakan mikroorganisme sehingga menghasilkan pupuk cair yang kaya unsur hara untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan memperbaiki kesuburan tanah.
Selain itu, peserta juga dibekali teknik pembuatan pupuk organik padat dengan memanfaatkan limbah peternakan seperti kotoran sapi, kotoran ayam, serta sisa tanaman kering. Melalui proses fermentasi, bahan-bahan tersebut diolah menjadi pupuk yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga produktivitas lahan dapat meningkat secara berkelanjutan.

Tim pengabdian juga memperkenalkan teknologi pembuatan eco-enzym berbahan limbah kulit buah, molase, air kelapa, dan EM4. Produk yang dihasilkan memiliki berbagai manfaat, mulai dari pupuk cair alami, aktivator kompos, pengurang bau, hingga bahan pembersih ramah lingkungan yang aman bagi ekosistem.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara interaktif melalui metode penyuluhan, demonstrasi, dan praktik lapangan. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh tahapan, mulai dari persiapan bahan, pencampuran formula, pengisian media fermentasi hingga pengoperasian teknologi yang diperkenalkan oleh tim pelaksana.
Sebagai upaya mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian menyerahkan sejumlah bantuan teknologi kepada Kelompok Tani Lembah Subur Morome berupa instalasi pupuk organik cair, wadah fermentasi eco-enzym, alat semprot pupuk, instalasi rumah kompos, serta bantuan benih dan pupuk.

Ketua Tim Pengabdian, Eko Aprianto Johan, S.P., M.P., mengatakan limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat.
“Melalui pelatihan dan bantuan teknologi ini, kami berharap petani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia serta meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Widhi Kurniawan, S.Pt., M.Si., menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah peternakan menjadi bokashi tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan.
Kelompok Tani Lembah Subur Morome menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Kehadiran teknologi dan pendampingan yang diberikan dinilai mampu meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengembangan pertanian organik di wilayah Morome.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Risbang Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi atas dukungan pendanaan yang telah diberikan sehingga program pengabdian dapat terlaksana dengan baik. (Red)
Tidak ada komentar