KKN Tematik Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UHO 2025: Ajarkan Bahasa Inggris Berbasis Budaya Lokal bagi Generasi Putus Sekolah di Desa Kota Bangun

waktu baca 3 menit
Jumat, 14 Nov 2025 15:36 48 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI– Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) bersama mahasiswa melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025 dengan tema “Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Budaya Lokal pada Generasi Putus Sekolah di Desa Kota Bangun, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan”.

Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, mulai 10 September hingga 10 Oktober 2025. Program ini melibatkan 6 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang diketuai oleh Dr. Aderlaepe, S.S., M.Hum., serta 15 mahasiswa peserta KKN dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UHO.

Kegiatan diawali dengan pelepasan mahasiswa oleh Ketua DPL dan penerimaan resmi oleh Kepala Desa Kota Bangun, disaksikan Babinsa dan perangkat desa setempat.

Kunjungan Ketua DPL bersama Kepala Desa Kota Bangun ke posko KKN Tematik UHO 2025 untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.

Ketua DPL, Dr. Aderlaepe, S.S., M.Hum mengatakan, bahwa selama satu bulan pengabdian, para mahasiswa menjalankan berbagai program kerja yang berfokus pada bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu kegiatan utama adalah pembelajaran Bahasa Inggris berbasis budaya lokal bagi anak-anak dan remaja di Desa Kota Bangun.

Khususnya mereka yang tergolong generasi putus sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar dan memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran bahasa asing.

Selain kegiatan utama, tim KKN Tematik juga aktif mengajar di SDN 11 Ranomeeto, membantu guru dalam menyampaikan materi, serta mengadakan les Bahasa Inggris bagi siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 SD.

Rapat anggota KKN Tematik UHO 2025 membahas program kerja yang akan dilaksanakan, dilanjutkan dengan penyerahan hard file proker kepada Kepala Desa Kota Bangun yang disaksikan oleh Babinsa Desa Kota Bangun.

Tak hanya di sekolah, mahasiswa juga menggelar bimbingan belajar di masjid, sehingga anak-anak desa dapat belajar dengan suasana yang lebih santai dan menyenangkan.

“Saya mengapresiasi tinggi terhadap semangat mahasiswa dan dukungan masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya bentuk pengabdian akademik, tetapi juga pembelajaran sosial dan budaya bagi mahasiswa. Mereka belajar langsung dari masyarakat tentang nilai gotong royong, kerja keras, dan kemandirian,” ujarnya.

Tim KKN Tematik UHO membantu guru menyampaikan materi dan berfoto bersama jajaran guru SDN 11 Ranomeeto, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan senam sore di lapangan.

Rangkaian kegiatan lain yang dilaksanakan antara lain:

• Pendampingan koperasi desa dan kerja lapangan bersama warga,

• Sosialisasi bahaya narkoba,

• Pendampingan belajar anak-anak di masjid,

• Penyaluran Makanan Bayi dan Gizi (MBG) untuk anak usia 0–59 bulan, ibu menyusui, dan ibu hamil,

• Partisipasi dalam Musyawarah Rembug Stunting 2025,

• Pendataan warga dan siswa penerima bantuan seragam sekolah,

• Hingga kegiatan kreatif seperti pembuatan dan pemasangan mading (majalah dinding) di SDN 11 Ranomeeto.

Mahasiswa KKN Tematik UHO Desa Kota Bangun melaksanakan pendampingan koperasi, kerja lapangan, les bahasa Inggris, kegiatan memasak, dan makan bersama warga sebagai wujud kebersamaan dan gotong royong.

Pada akhir masa pengabdian, 10 Oktober 2025, mahasiswa KKN Tematik menggelar acara penutupan yang dihadiri oleh DPL, Kepala Desa Kota Bangun, Babinsa, tokoh masyarakat, serta warga desa.

Acara diisi dengan pesan dan kesan dari para mahasiswa yang selama sebulan telah hidup bersama masyarakat, mengabdi, dan belajar tentang kearifan lokal desa.

Sementara itu, Kepala Desa Kota Bangun mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi nyata mahasiswa UHO.

Tim KKN Tematik UHO mengajar les Bahasa Inggris untuk siswa SD kelas 3 hingga kelas 6.

“Kami sangat terbantu dengan program-program KKN Tematik ini. Anak-anak menjadi lebih semangat belajar, dan masyarakat merasa dekat dengan mahasiswa UHO,” katanya.

Kegiatan KKN Tematik UHO 2025 di Desa Kota Bangun menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat membawa dampak positif, terutama dalam bidang pendidikan dan pembangunan karakter generasi muda di daerah. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA