BritaTop.Com, KENDARI – Jurusan Ilmu Lingkungan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) kembali melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 100 Kendari, yang berlokasi di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Senin (29/9/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IV, didampingi Kepala Sekolah serta guru-guru SDN 100 Kendari. Program Pengabdian Masyarakat Internal tersebut mengusung tema “Edukasi Pemanfaatan Lubang Biopori untuk Pencegahan Banjir di Sekolah SDN 100 Kendari.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan oleh dosen dan melibatkan mahasiswa UHO. Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan serta mengelola air hujan secara ramah lingkungan melalui teknologi sederhana, yakni lubang biopori.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Internal FHIL UHO, La Ode Siwi, SP., M.Si., menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan pengelolaan air hujan dengan metode biopori.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa sejak dini agar peduli terhadap lingkungan dan memahami bahwa teknologi sederhana seperti lubang biopori dapat membantu mengurangi risiko banjir,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, metode pembelajaran yang digunakan adalah Project-Based Learning (PjBL), yang memungkinkan siswa terlibat langsung dalam praktik pembuatan lubang biopori di lingkungan sekolah. Pendekatan ini menjadikan kegiatan sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Para siswa tampak antusias ketika membuat lubang biopori menggunakan alat bor tanah sederhana. Beberapa siswa bahkan membawa sampah organik dari rumah, seperti daun kering dan sisa buah, untuk dimanfaatkan sebagai bahan pengisian lubang biopori.

Kegiatan ini juga diakhiri dengan lomba “Biopori Terbaik” antar kelas yang menambah semangat dan antusiasme siswa dalam berpartisipasi menjaga lingkungan sekolah.
Melalui praktik langsung tersebut, siswa belajar bagaimana lubang biopori berfungsi untuk meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah dan mencegah genangan air yang dapat memicu banjir.
Sementara itu, Kepala SDN 100 Kendari, Walmiati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari dukungan terhadap program sekolah berbudaya lingkungan (Adiwiyata).
“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak pentingnya menjaga lingkungan. Dengan membuat lubang biopori, mereka belajar cara sederhana membantu mencegah banjir dan meningkatkan resapan air di tanah,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Kendari untuk menerapkan konsep ramah lingkungan melalui langkah-langkah kecil namun berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Diketahui, adapun Tim Pengabdian Masyarakat Internal FHIL UHO ini terdiri atas, La Ode Siwi, S.P., M.Si (Ketua), dan anggota Dr. Ridwan Adi Surya, S.Si., M.Si, Wa Ode Hastiani Fahidu, S.K.M., M.Pd, Ema Hermawati Garusu, S.Si., M.Pd, Dr. Ir. Abdul Manan, M.Sc serta Aldi Saputra (mahasiswa). (*)
Tidak ada komentar