Astindo Sultra Tembus Business Matching 2026, Wakatobi hingga Kendari Ditawarkan ke Pasar Nasional

waktu baca 3 menit
Rabu, 16 Sep 2026 12:08 11 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI — Upaya memperluas pasar pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra) terus dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sultra.

Kali ini, Astindo Sultra mendapat kesempatan tampil sebagai salah satu seller dalam ajang eksklusif Business Matching 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata di Kota Makassar, 8–10 September 2026.

Bukan sekadar mengikuti kegiatan promosi, Astindo Sultra menjadi salah satu dari lima tamu kehormatan yang dipilih langsung Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan potensi destinasi dan produk wisata daerah kepada pasar yang lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut, Astindo Sultra bersanding dengan empat daerah lainnya, yakni Manado, Nusa Tenggara Timur (NTT), Morotai dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ketua DPD Astindo Sultra, Sartika S.IP., MM, mengatakan keikutsertaan tersebut menjadi momentum penting untuk membawa nama dan potensi pariwisata Sultra masuk dalam pembicaraan para pelaku industri perjalanan dan pariwisata nasional.

Menurutnya, konsep tabletop business matching memungkinkan para seller bertemu langsung dengan calon buyer dari berbagai sektor.

“Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan destinasi-destinasi Sultra secara langsung kepada pelaku industri pariwisata yang memiliki pasar dan jaringan wisatawan,” kata Sartika.

Kegiatan tersebut mempertemukan puluhan hospitality sellers, mulai dari hotel, pengelola destinasi wisata hingga penyedia layanan perjalanan dengan ratusan mixed buyers dari Makassar maupun pasar nasional.

Para buyer yang hadir berasal dari berbagai segmen, mulai dari agen tur dan perjalanan (tour and travel agencies), korporasi (corporate buyers), institusi pendidikan, BUMN, pemerintah daerah hingga event organizer.

Wakatobi hingga Labengki Jadi Andalan

Di hadapan para calon mitra dan pembeli, Astindo Sultra membawa sejumlah destinasi unggulan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk wisata yang menarik.

Untuk sektor wisata bahari dan alam, Astindo Sultra mempromosikan Wakatobi, Labengki, Pulau Namu dan Pulau Bokori.

Destinasi-destinasi tersebut ditawarkan sebagai pilihan wisata dengan karakter berbeda, mulai dari wisata bahari, keindahan alam kepulauan hingga pengalaman menikmati pesona pesisir Sultra.

Tidak hanya wisata alam, potensi sejarah dan budaya juga menjadi bagian dari materi promosi. Astindo Sultra memperkenalkan Gua Liangkabori hingga Keraton Buton sebagai destinasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Menurut Sartika, kekayaan destinasi Sultra sebenarnya sangat beragam. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikemas menjadi produk wisata yang mudah dipasarkan kepada wisatawan.

Karena itu, Astindo Sultra juga membawa sejumlah pilihan paket perjalanan, termasuk City Tour Kendari.

Paket tersebut menawarkan sejumlah destinasi dalam Kota Kendari, seperti Masjid Al Alam, Kebun Raya Kendari, Pantai Nambo hingga Jembatan Bahteramas.

Dengan konsep tersebut, wisatawan yang memiliki waktu terbatas tetap dapat menikmati sejumlah destinasi unggulan Kota Kendari sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lainnya di Sultra.

Buka Peluang Kerja Sama

Sartika menambahkan, keikutsertaan dalam forum B2B seperti Business Matching tidak hanya bertujuan memperkenalkan destinasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama antara pelaku pariwisata Sultra dengan jaringan industri di luar daerah.

Pertemuan langsung dengan buyer, menurutnya, memungkinkan paket-paket wisata Sultra ditawarkan secara lebih konkret, baik untuk wisatawan individu, rombongan, perusahaan, institusi pendidikan maupun kegiatan event.

“Harapannya, dari kegiatan ini akan lahir kerja sama dan transaksi yang bisa membawa wisatawan lebih banyak lagi ke Sultra,” ujarnya.

Ia menegaskan, Astindo Sultra akan terus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan promosi pariwisata, baik pada level nasional maupun internasional.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus memperkenalkan Sultra bukan hanya sebagai daerah yang memiliki destinasi wisata, tetapi juga sebagai daerah yang siap menawarkan berbagai pilihan paket perjalanan kepada wisatawan.

“Ini bagian dari konsistensi kami untuk terus mempromosikan pariwisata Sultra melalui berbagai ajang B2B. Kami ingin semakin banyak pelaku industri pariwisata di luar Sultra mengenal dan memasarkan destinasi kita,” tutur Sartika.

Ia berharap promosi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha pariwisata dan masyarakat di Sultra. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA