FKIP UHO Terjunkan 989 Mahasiswa ke 97 Sekolah Lewat Program Pengenalan Lapangan Persekolahan 2026

waktu baca 3 menit
Kamis, 7 Mei 2026 06:53 56 Tim Redaksi

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) resmi melepas sebanyak 989 mahasiswa untuk mengikuti Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) atau Magang Kependidikan semester genap tahun akademik 2025/2026.

Pelepasan mahasiswa berlangsung dalam sebuah upacara di Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) UHO, Selasa (5/5/2026), yang dipimpin langsung oleh Dekan FKIP UHO, Dr. Damhuri, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi para mahasiswa calon guru untuk terjun langsung ke lingkungan sekolah sekaligus mengasah kompetensi profesional di bidang pendidikan.

Sebelum diterjunkan ke sekolah, seluruh peserta PLP telah mengikuti pembekalan secara daring guna memahami kondisi dan dinamika dunia pendidikan.

Ketua panitia kegiatan, Dr. La Ode Ahmad Jazuli, S.Pd., M.Pd yang juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Pembelajaran FKIP UHO menjelaskan, program PLP bertujuan memantapkan kemampuan profesional mahasiswa, baik dalam aspek pengajaran, kepemimpinan, maupun administrasi pendidikan.

Dr. La Ode Ahmad Jazuli, S.Pd., M.Pd.

Ia mengungkapkan, mahasiswa peserta PLP akan ditempatkan di 97 sekolah yang tersebar di Kota Kendari, mulai dari jenjang SMA, SMK, MAN, SMP hingga SD.

“Mahasiswa akan menjalani kegiatan PLP selama satu bulan di sekolah dengan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta guru pamong sesuai bidang studi masing-masing,” ujar Jazuli.

Adapun peserta PLP berasal dari 13 jurusan di lingkungan FKIP UHO, di antaranya Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Geografi, hingga Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Selama menjalani PLP, mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari observasi lingkungan sekolah yang mencakup administrasi serta sarana dan prasarana, pengamatan proses pembelajaran di kelas, hingga praktik penyusunan modul ajar bersama guru pamong.

Tak hanya itu, mahasiswa juga akan melakukan praktik pembelajaran terbimbing sebagai bagian dari implementasi kompetensi pedagogik yang telah dipelajari selama perkuliahan.

Dr. Damhuri, S.Pd., M.Pd.

Sementara itu, Dekan FKIP UHO, Dr. Damhuri, S.Pd., M.Pd menegaskan bahwa mahasiswa peserta PLP merupakan representasi FKIP UHO di sekolah tempat mereka bertugas.

Karena itu, ia meminta seluruh mahasiswa menjaga nama baik institusi serta memanfaatkan kegiatan PLP sebagai sarana pembelajaran nyata untuk memperkuat kompetensi sesuai profil lulusan masing-masing program studi.

“Mahasiswa harus mampu mengekspresikan kemampuan yang telah diperoleh di kampus, termasuk dalam mengintegrasikan teknologi informasi dalam pembelajaran,” tegas Damhuri.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi terkini, termasuk Artificial Intelligence (AI), dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui pelaksanaan PLP tersebut, FKIP UHO berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis dan berbasis teknologi. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA