Dr. La Ode Muhammad Ady Ardyawan, S.Kep., N.S., M.Kes., MSN., Ph.D BritaTOP.Com, KOLAKA – Momentum pelantikan Dr. La Ode Muhammad Ady Ardyawan, S.Kep., N.S., M.Kes., MSN., Ph.D sebagai Rektor Institut Kesehatan dan Teknologi Bisnis (INKEIS) Menara Bunda Kolaka menjadi titik strategis bagi penguatan peran pemuda dalam pembangunan pendidikan di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Selain dikenal sebagai rektor termuda di Indonesia Timur pada usia 32 tahun, Ady Ardyawan juga merupakan Ketua Koordinator Wilayah Gerakan Pemuda Barisan Negeri (GPBN) Sultra. Kehadirannya di pucuk pimpinan INKEIS dinilai membawa energi baru dalam mendorong transformasi kampus yang lebih progresif, adaptif, dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Ady menegaskan bahwa kepemimpinan bukan soal usia, melainkan tentang integritas, keberanian, dan konsistensi dalam bekerja. Ia menekankan komitmennya untuk menjadikan INKEIS sebagai institusi yang tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah awal tanggung jawab besar untuk memimpin perubahan dan masa depan institusi. Saya datang bukan untuk menjadi simbol, tetapi untuk bekerja dan memastikan kampus ini maju,” tegasnya.
Sebagai figur yang juga aktif di GPBN, Ady membawa semangat kepemudaan ke dalam tata kelola kampus. Nilai-nilai kolaborasi, keberanian berinovasi, dan orientasi pada hasil menjadi fondasi utama dalam arah kepemimpinannya.

GPBN Sultra sendiri dikenal sebagai organisasi kepemudaan yang mendorong peran generasi muda dalam pembangunan daerah dan nasional. Sinergi antara GPBN dan dunia akademik diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global.
Dalam 100 hari kerja pertama, Rektor INKEIS telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, mulai dari pembenahan sistem internal, peningkatan layanan akademik, hingga penguatan kinerja organisasi. Ia juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi dosen, staf, dan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses transformasi kampus.
Lebih lanjut, Ady menargetkan terciptanya budaya kerja profesional dan berintegritas, percepatan digitalisasi kampus, serta peningkatan kualitas lulusan agar relevan dengan kebutuhan industri.
“Ke depan, kita tidak bisa lagi berjalan dengan cara biasa. Kita harus berani berubah, berinovasi, dan menghasilkan capaian nyata,” ujarnya.
Dengan latar belakang akademik yang kuat serta pengalaman organisasi di GPBN, kepemimpinan Ady Ardyawan diharapkan menjadi katalisator kemajuan INKEIS Menara Bunda Kolaka, sekaligus mempertegas peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan di sektor pendidikan. (Red)
Tidak ada komentar