BritaTOP.Com, KENDARI – Pembangunan masjid atau musala di lingkungan SMK Negeri 2 Kendari masih membutuhkan dukungan berbagai pihak. Peran alumni pun dinilai sangat penting dalam membantu penyelesaian rumah ibadah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter siswa tersebut.
Kepala SMKN 2 Kendari, Ahmad Mustapa, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kondisi masjid saat ini masih cukup memprihatinkan meskipun sebelumnya telah dilakukan pembenahan berupa renovasi. Ia menjelaskan, beberapa bagian bangunan belum rampung dan masih memerlukan perhatian serius.
“Kalau dilihat, masjid ini masih membutuhkan banyak perhatian. Plafon belum ada, ruang imam belum selesai, dinding masjid juga belum sepenuhnya terbangun, dan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar anak-anak kita bisa lebih nyaman, aman, dan khusyuk dalam beribadah,” ujarnya.
Ahmad Mustapa mengungkapkan, pada tahun 2024 lalu sekolah mendapatkan bantuan rehabilitasi dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bantuan tersebut difokuskan pada pembangunan struktur utama, seperti rehabilitasi tiang, pembangunan kolom, hingga pemasangan atap. Namun, tahap tersebut belum mencakup penyelesaian keseluruhan bangunan.
Dalam proses perampungan masjid, kontribusi warga sekolah dan alumni selama ini dinilai sangat berarti. Ia menyebutkan bahwa tenaga pendidik, staf, serta alumni SMKN 2 Kendari secara konsisten memberikan bantuan dan sumbangan sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami tentu mengucapkan terima kasih kepada warga sekolah dan para alumni yang telah memberikan kontribusi. Harapan kami, semakin banyak lagi yang ikut menyumbang untuk perampungan masjid ini, terutama alumni yang sudah sukses, memiliki karier yang baik, dan kemapanan sosial yang lebih,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh alumni untuk kembali melihat kondisi sekolah, khususnya masjid atau musala yang masih membutuhkan perhatian bersama. Menurutnya, pembangunan masjid bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari investasi pembentukan karakter generasi muda.
Masjid atau musala di sekolah, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan religius kepada siswa. Di tempat tersebut, siswa diajarkan salat, pembiasaan ibadah, serta nilai-nilai kebaikan sebagai bagian dari program pembinaan karakter.
“Di sinilah kita membentuk karakter anak. Yang belum tahu salat diajarkan salat, yang belum terbiasa melakukan hal-hal baik kita bimbing di sini. Itu menjadi bagian dari program pembinaan kami,” tutupnya.
Dengan dukungan alumni dan seluruh elemen masyarakat, pihak sekolah berharap pembangunan masjid SMKN 2 Kendari dapat segera dirampungkan sehingga menjadi sarana ibadah yang layak, nyaman, dan representatif bagi seluruh warga sekolah. (red)
Tidak ada komentar