Siswa SDN 85 Kendari Diedukasi Manfaatkan Lingkungan Pekarangan Sekolah Tanam Sayur Hidroponik dan Polibag

Metro Kota, Pendidikan1069 Dilihat

BritaTop.Com, KENDARI- Sebagai upaya mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal mencegah dan mengatasi inflasi di Kota Kendari. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kendari melalui satuan pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) melakukan penanaman bibit sayuran di lingkungan sekolah.

Hal tersebut seperti yang dilakukan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 85 Kendari. Diketahui berbagai komoditi berhasil dipanen dan dijual kepada para guru dan orang tua siswa, mulai sawi, tomat, bayam, kangkung, daun sup, daun bawang, terong, kemangi dan lainnnya.

Menurut Kepala SDN 85 Kendari, Hj. Nahadeng, S.Pd, sekolah yang dipimpin tidak. Mempunyai lahan kosong. Sehingga untuk menanam, warga sekolah memanfaatkan teknik penanaman di Polibag dan hidroponik. Sebutnya, di hidroponik ditanamani sayuran sawi.

Sedangkan, di Polibag ditanamani sayuran seperti tomat, bayam, kangkung, daun sup, daun bawang, terong, kemangi dan lainnnya. Untuk yang merawat tanaman hidroponik, adalah siswa kelas 6, sedangkan yang merawat tanaman di polibag, siswa kelas 1 sampai kelas 5.

“Alhamdulilah kami sudah beberapa kali panen tanaman yang dibudidayakan di lingkungan sekolah ini. Utamanya tanaman hidroponik, sudah tiga kali dipanen,” ujarnya, Kamis (18/4/2024).

Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya saat ini sedang atau sementara mengganti tanaman yang sudah mati dengan tanaman sayuran baru. Katanya, bibit dan nutrisi (pupuk) tanaman dibeli dari toko tani, dari harga operasional itu pihak sekolah bisa menentukan harga jual sayuran.

Misalnya, harga sayur sawi hidroponik dihargai 3 pohon Rp10 ribu. Kemudian terong dihargai 3 buah Rp5 ribu. Dari hasil panen sayuran tersebut dibelikan kembali bibit sayuran. Sebutnya kalau masih ada sisa uang, akan masuk dalam Kas Kelas masing- masing.

“Tapi sekarang ini memang sudah masuk musim penghujan, ada beberapa komoditi sayuran yang gampang terserang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang membuat tanaman mati, seperti tomat. Makanya kami sebisa mungkin mengantisipasi OPT tersebut,” ucapnya.

Bebernya, program ini selain membantu Pemkot juga dapat membantu mengedukasi para siswa tentang cara menanam, merawat, panen sampai dijual. Lanjutnya, yang tadinya siswa tidak pernah menanam sendiri sekarang sudah bisa merawat dan memberikan pupuk dengan dipandu para guru lingkup sekolah.

“Kita harapkan, edukasi yang diberikan pihak sekolah kepada siswa ini dapat diterapkan di rumahnya masing- masing dalam hal pemanfaatan pekarangan,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *