Plt Rektor UHO Ajak Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Elegan dan Berbasis Intelektual

waktu baca 2 menit
Minggu, 25 Jan 2026 20:48 64 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI- Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Herman, S.H., LL.M, mendorong civitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk menyalurkan aspirasi dan kritik sosial dengan cara-cara yang lebih elegan, cerdas, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Menurut Dr. Herman, penyampaian aspirasi melalui metode konvensional seperti berteriak di jalan raya, melakukan aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, hingga membakar ban, sudah tidak lagi efektif di era modern. Selain berisiko menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, cara-cara tersebut juga kerap mengaburkan substansi tuntutan yang sebenarnya ingin disampaikan.

“Saya merindukan anak-anak UHO bisa menyampaikan aspirasinya dengan cara yang lebih bermartabat. Misalnya melalui gugatan pleas in absentia atau langkah-langkah hukum lainnya. Bukan karena saya orang hukum, tetapi karena saya percaya mahasiswa memiliki kapasitas intelektual yang jauh lebih besar dari sekadar berteriak di jalan,” ungkap Dr. Herman baru-baru ini.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. Karena itu, sudah semestinya kritik dan aspirasi yang disampaikan mencerminkan nalar akademik, kedalaman analisis, serta solusi yang konstruktif.

Dr. Herman tidak menampik bahwa aksi demonstrasi dengan cara-cara konvensional memiliki sejarah panjang dalam perjuangan mahasiswa dan pernah memainkan peran penting dalam perubahan sosial dan politik. Namun, ia menilai dinamika zaman telah berubah, sehingga pendekatan yang digunakan pun perlu beradaptasi.

“Penyaluran aspirasi secara konvensional itu tetap penting dan sah dalam demokrasi. Tetapi kita harus jujur melihat bahwa saat ini cara-cara tersebut sering kali tidak lagi efektif. Bahkan kadang justru menimbulkan resistensi dari publik,” katanya.

Di era digital dan keterbukaan informasi saat ini, lanjut Dr. Herman, mahasiswa memiliki banyak ruang alternatif untuk menyampaikan kritik secara lebih substansial. Mulai dari menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan ilmiah, opini di media massa, kajian kebijakan, diskusi publik, hingga advokasi berbasis data dan hukum.

“Saat ini mahasiswa bisa menyalurkan aspirasinya sebagai kontrol sosial dengan cara berpikir kritis, menulis, melakukan kajian, dan menawarkan solusi. Itu justru akan lebih didengar dan berdampak,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa UHO mampu menjadi pelopor gerakan intelektual yang tidak hanya lantang menyuarakan kritik, tetapi juga kuat secara argumentasi dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Dengan demikian, citra mahasiswa sebagai kaum terdidik dan penjaga moral bangsa dapat semakin menguat.

“Universitas adalah rumah ilmu pengetahuan. Maka aspirasi yang lahir dari kampus seharusnya mencerminkan tradisi akademik, kecerdasan berpikir, dan tanggung jawab sosial,” pungkas Dr. Herman.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA