BritaTOP.Com, KENDARI- Pemerintah Kota Kendari mencatatkan capaian sebagai daerah dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) terbanyak di Sulawesi Tenggara. Program ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya menjelang hingga setelah Hari Raya Idulfitri.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf bersyukur, upaya stabilisasi harga yang dilakukan melalui GPM mampu meredam lonjakan harga di pasaran. Kondisi ini berdampak positif terhadap tingkat inflasi daerah yang tetap berada pada posisi terkendali.
“Harga-harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Inflasi Kota Kendari juga dalam kondisi baik dan terkendali,” ungkap Abdul Rauf, Senin (30/3/2026).
Selain itu, ketersediaan stok pangan di Kota Kendari dipastikan aman hingga akhir tahun 2026. Berbagai komoditas utama seperti beras, gula, sayur-mayur, hingga kebutuhan pokok lainnya masih tersedia dalam jumlah cukup.
Khusus untuk beras, stok yang dikelola oleh Bulog juga berada dalam kondisi yang sangat baik dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Ketapang terus mengoptimalkan program unggulannya, yakni Gerakan Pangan Murah. Bahkan, pasca Lebaran, sejumlah lurah telah mengajukan permintaan agar program ini dapat menjangkau langsung wilayah kelurahan.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pihaknya berencana mendistribusikan stok pangan langsung ke kelurahan-kelurahan, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti beras, gula, dan minyak goreng, serta menjaga daya beli masyarakat tetap stabil di tengah dinamika ekonomi,” tuturnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Kendari optimistis stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah dapat terus terjaga. (Red)
Tidak ada komentar