Dosen FHIL UHO Kalahkan 92 Artikel dari 31 Kampus, Raih Best Paper KNPPM 2026

waktu baca 5 menit
Senin, 14 Sep 2026 08:48 19 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI – Persaingan ketat dalam ajang Konferensi Nasional Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KNPPM) ke-4 Tahun 2026 berhasil ditaklukkan dosen Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

La Ode Agus Salim Mando, S.Hut., M.Sc., dosen Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO, berhasil menyabet penghargaan Best Paper (Artikel Terbaik) setelah karyanya dinilai sebagai yang terbaik di antara 92 artikel ilmiah yang berasal dari 31 perguruan tinggi se-Indonesia.

Capaian tersebut menempatkan La Ode sebagai salah satu peserta dengan karya terbaik dalam konferensi ilmiah nasional yang mempertemukan dosen, mahasiswa, peneliti dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kompetisi tersebut berlangsung dalam KNPPM ke-4 yang digelar selama dua hari, 10–11 September 2026, di Kampus Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali. Konferensi dilaksanakan secara hybrid dengan mengusung tema “Strategi Pengembangan Inklusif Untuk Pengelolaan Desa Mandiri.”

Bagi La Ode, penghargaan tersebut menjadi pencapaian yang tidak disangka-sangka. Pasalnya, ia tidak mengetahui sebelumnya bahwa artikelnya akan keluar sebagai karya terbaik dalam kompetisi tersebut.

Saat pengumuman penghargaan dilakukan pada penutupan rangkaian kegiatan hari pertama, La Ode mengaku tengah duduk santai mengikuti acara. Ia pun sempat tidak percaya ketika namanya disebut sebagai penerima Best Paper.

“Serasa saya tidak percaya atau lagi bermimpi,” tutur La Ode saat dihubungi wartawan Berita Kota Kendari.

Perasaan tersebut semakin kuat karena penghargaan yang diraihnya bukan sekadar penghargaan partisipasi. Karyanya harus bersaing dengan puluhan artikel lainnya yang dikirimkan oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dari 92 artikel yang berkompetisi, karya La Ode akhirnya dinilai paling menonjol dan berhak menyandang predikat Best Paper KNPPM ke-4 Tahun 2026.

“Saya terharu dan merasa bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah yang begitu besar di tahun 2026 ini,” ujarnya.

Momen penerimaan penghargaan tersebut juga menjadi pengalaman emosional bagi La Ode. Ketika namanya dipanggil menuju podium utama untuk menerima penghargaan, ia mengaku sempat merasakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan.

“Ketika naik ke atas podium utama serasa saya tak menginjakkan kaki. Begitu menerima penghargaan dan berbagai hadiah serasa mau menangis, tapi malu juga di hadapan ratusan mata yang memandang,” tuturnya.

Bukan Hasil Instan

Di balik kemenangan tersebut terdapat proses panjang yang telah dipersiapkan La Ode sebelum mengikuti konferensi.

Artikel yang diikutsertakannya tidak disusun secara terburu-buru. Prosesnya dimulai dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sekaligus menjadi bagian dari penelitian, dilanjutkan dengan pengumpulan dan pengolahan data hingga penyusunan artikel ilmiah.

La Ode juga berupaya memastikan artikel yang disusunnya memenuhi standar penulisan ilmiah, termasuk mengikuti standar jurnal yang memiliki peringkat Sinta 2.

“Memang saya sadari sebelum mengikuti konferensi ini, saya mempersiapkan makalah dalam waktu yang tidak singkat dan penuh kehati-hatian, mulai dari melaksanakan kegiatan pengabdian dan sekaligus penelitian, mengolah data, dan menyusun artikel mengikuti standar jurnal peringkat Sinta 2,” jelasnya.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Energi, pikiran dan waktu yang dicurahkan dalam proses penelitian hingga penyusunan artikel terbayar setelah karyanya berhasil mengungguli puluhan artikel dari berbagai perguruan tinggi.

“Alhamdulillah energi, pikiran, dan waktu yang saya curahkan tidak sia-sia. Terbayar sudah. Terima kasih ya Allah,” ungkap La Ode.

Bersaing di Forum Akademik Nasional

KNPPM ke-4 Tahun 2026 sendiri menjadi arena kompetisi sekaligus pertukaran gagasan antarperguruan tinggi di tingkat nasional.

Konferensi tersebut terlaksana melalui kolaborasi Universitas Warmadewa sebagai tuan rumah, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai inisiator, Institut Teknologi dan Bisnis Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (ITB STIKOM) Bali, serta Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali.

Rangkaian kegiatan menghadirkan sejumlah akademisi dan narasumber tingkat nasional. Hari pertama dibuka Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP.

Sementara keynote speaker adalah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., yang membawakan materi “Peran Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Komunitas dan Desa Mandiri yang Inklusif.”

Selain itu, konferensi juga menghadirkan sejumlah narasumber dari UGM dan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Setelah dinobatkan sebagai Best Paper, pada hari kedua La Ode kembali mengikuti tahapan kompetisi melalui sesi presentasi oral. Ia mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan peserta konferensi.

Namun, pada kategori tersebut La Ode belum berhasil meraih penghargaan Best Presenter.

Meski demikian, capaian tersebut tidak mengurangi kebanggaannya. Sebab, penghargaan Best Paper yang diraihnya telah menjadi bukti bahwa karya ilmiahnya mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di antara 92 artikel dari 31 perguruan tinggi se-Indonesia.

Sebelumnya, pada 2020, La Ode juga pernah meraih penghargaan Presenter Favorit dalam seminar hasil-hasil penelitian tingkat nasional yang diselenggarakan Fakultas Kehutanan UGM di Yogyakarta.

Menurut La Ode, pengalaman mengikuti KNPPM 2026 bukan hanya tentang penghargaan. Ia juga memperoleh kesempatan bertukar pengetahuan dengan para akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi.

“Saya tetap merasa bangga dan bersyukur telah hadir dalam ajang akbar tersebut. Pada hari pertama saya banyak menerima ilmu dari para narasumber level nasional dan bisa bertemu serta bersapa dengan teman-teman yang luar biasa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia,” katanya.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya ilmiah dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

La Ode juga berharap dapat kembali ambil bagian dalam KNPPM tahun berikutnya.

“Semoga tahun depan, 2027, bisa mengikuti lagi kegiatan serupa pada acara KNPPM ke-5. Aamiin yaa Rabbal ‘alamin,” pungkasnya. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA