Fakultas Pertanian UHO Ajak Warga Padaleu Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk, Langkah Nyata Mitigasi Perubahan Iklim

waktu baca 3 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 09:35 12 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI — Limbah rumah tangga tak selamanya harus berakhir menjadi sampah. Di tangan masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, sisa sayuran, kulit buah, daun kering hingga bahan organik lainnya dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman.

Gagasan tersebut didorong dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Halu Oleo (UHO) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 di Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Mengusung tema “Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim”, kegiatan ini menyasar masyarakat Kelurahan Padaleu dengan fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya limbah organik.

Kegiatan tersebut diketuai Prof. Dr. Ir. Tresjia Corina Rakian, M.P., bersama anggota tim Prof. Dr. Ir. H. R. Marsuki Iswandi, M.Si., Sri Wahyuni Basoka, S.P., M.P., Yusriadin, S.P., M.P., Ilian Elvira, S.TP., M.Sc., dan Minggu Lestari Ningsih, S.P., M.P.

Prof. Dr. Ir. Tresjia Corina Rakian mengatakan, pelatihan tersebut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah limbah rumah tangga sejak dari sumbernya. Masyarakat juga diajak mempraktikkan secara langsung pengolahan bahan organik menjadi pupuk.

Menurutnya, limbah seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering dan berbagai bahan organik lainnya sebenarnya masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa limbah rumah tangga bukan akhir dari sebuah proses, tetapi dapat menjadi awal dari sesuatu yang bermanfaat. Dari sisa bahan organik di rumah, masyarakat dapat menghasilkan pupuk yang dapat digunakan kembali untuk tanaman,” ungkap Prof. Tresjia Corina Rakian.

Ia menjelaskan, pengelolaan limbah organik menjadi pupuk tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan, tetapi juga dapat mendukung kegiatan budidaya tanaman di tingkat rumah tangga.

Selain pembuatan pupuk organik, masyarakat juga diperkenalkan dengan pemanfaatan limbah organik untuk menghasilkan eco enzyme. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan kembali bahan-bahan organik dengan teknologi yang sederhana dan mudah diterapkan.

Prof. Tresjia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular kepada masyarakat.

Prinsipnya, kata dia, bagaimana mengurangi limbah, memanfaatkan kembali sumber daya yang masih memiliki nilai, serta mengembalikan bahan organik ke dalam siklus yang menghasilkan manfaat baru.

“Jadi, masyarakat tidak hanya melihat sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang. Ada potensi yang bisa dimanfaatkan kembali, terutama dari limbah organik rumah tangga,” jelasnya.

Libatkan Mahasiswa Secara Langsung

Kegiatan PKM yang terintegrasi dengan KKN Tematik Tahun 2026 tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa UHO untuk terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari kondisi sosial dan lingkungan di Kelurahan Padaleu, tetapi turut berperan dalam proses edukasi, pendampingan serta penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sekaligus memastikan ilmu pengetahuan yang dimiliki kampus dapat memberikan manfaat secara langsung.

Bagi tim PKM Fakultas Pertanian UHO, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap persoalan lingkungan di masyarakat.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Mitigasi perubahan iklim, kata Prof. Tresjia, dapat dimulai dari langkah sederhana di tingkat rumah tangga. Mulai dari memilah sampah, mengolah limbah organik hingga memanfaatkannya kembali menjadi produk yang bernilai guna.

Dengan pendekatan tersebut, Kelurahan Padaleu diharapkan dapat menjadi salah satu contoh tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Dari rumah tangga, dari lingkungan sekitar, dan melalui langkah sederhana, masyarakat dapat ikut berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA