BritaTOP.Com, KENDARI – Kolaborasi dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) tahun 2026 memberikan edukasi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Manggarai, Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat, khususnya kelompok tani, untuk memanfaatkan potensi limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia.
Ketua Tim KKN Tematik UHO, Prof. Dr. Ir. Halim, S.P., M.P., IPU., ASEAN Eng., mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk edukasi sekaligus pendampingan kepada anggota KWT Manggarai agar mampu memproduksi pupuk organik cair secara mandiri.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani Manggarai untuk membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga, sehingga mereka tidak ketergantungan pada pupuk kimia ketika melakukan budidaya tanaman,” ujar Prof. Halim.
Menurutnya, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk organik memiliki potensi besar karena bahan-bahannya relatif mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, seperti sisa buah-buahan, sayuran, maupun bahan organik lainnya.
Selain mengurangi limbah, pengolahan tersebut juga dapat menjadi alternatif bagi petani dalam menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha pertanian.
Prof. Halim menjelaskan, terdapat sejumlah persoalan yang dihadapi KWT Manggarai dalam kegiatan budidaya tanaman. Salah satunya adalah penggunaan pupuk kimia secara intensif yang berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi karena harga pupuk relatif mahal.
Persoalan lainnya adalah masih rendahnya pengetahuan anggota kelompok mengenai cara memproduksi pupuk organik dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar lingkungan, termasuk vegetasi gulma dan sampah organik rumah tangga.
“Pengetahuan mengenai penggunaan pupuk organik yang efisien sesuai dengan jenis tanaman dan perkembangan stadia umur tanaman juga perlu ditingkatkan. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan pembuatan, tetapi juga pendampingan dalam pemanfaatannya,” jelasnya.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi tim dosen dan mahasiswa peserta KKN Tematik UHO tahun 2026 yang diketuai Prof. Dr. Ir. Halim, S.P., M.P., IPU., ASEAN Eng., bersama Dr. Drs. Nasaruddin, M.Si., Dr. Muntu Abdullah, S.E., M.Si., Ak., CA., Dr. Ns. Adius Kusnan, S.Kep., M.Kes., Dr. Ir. Muh. Yamin, S.T., M.Eng., M.TA., serta Dr. Drs. Rahman, M.Si.
Antusiasme anggota KWT Manggarai terlihat selama mengikuti rangkaian kegiatan. Para anggota mendapatkan pengetahuan baru sekaligus mempraktikkan langsung proses pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan pupuk organik cair.
Ketua KWT Manggarai, Rahmatia, S.P., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi yang diberikan memberikan dampak positif bagi anggota kelompok, terutama dalam meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan limbah buah-buahan dan sayuran yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Hal senada disampaikan Ketua RT 015/RW 004 Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, La Ndoada, S.Pd. Ia menilai manfaat kegiatan KKN Tematik UHO tidak hanya dirasakan oleh anggota KWT Manggarai, tetapi juga masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
“Dampaknya bukan saja dirasakan oleh anggota Kelompok Wanita Tani Manggarai, tetapi juga oleh masyarakat di sekitar lokasi berlangsungnya kegiatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa KKN Tematik UHO juga membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat melalui berbagai kegiatan yang disinkronkan dengan program pemerintah.
“Berkat multitalenta yang dimiliki mahasiswa peserta KKN, banyak kegiatan lainnya yang bisa disinkronkan dengan program pemerintah,” tambahnya.
KWT Manggarai sendiri memiliki lokasi yang cukup strategis karena berbatasan langsung dengan kawasan permukiman warga. Kondisi tersebut menjadi peluang pengembangan usaha pertanian, khususnya tanaman sayuran, karena hasil produksi dapat dipasarkan kepada masyarakat sekitar.
Selain itu, jarak sejumlah pasar yang relatif jauh dari kawasan permukiman menjadi peluang tersendiri bagi kelompok untuk menyediakan kebutuhan sayuran masyarakat. Pasar Baruga berjarak sekitar 7 kilometer, Pasar Anduonohu sekitar 6 kilometer, sementara Pasar Mandonga berjarak kurang lebih 13 kilometer.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Tematik UHO diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan sesaat, tetapi mampu mendorong kemandirian kelompok tani dalam mengelola limbah organik, mengurangi biaya produksi, serta mengembangkan pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Masyarakat, pengurus KWT Manggarai, dan pemerintah setempat berharap program edukasi dan pendampingan serupa dapat terus dilanjutkan pada masa mendatang sehingga manfaat kehadiran mahasiswa dan dosen UHO dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. (Red)
Tidak ada komentar