BritaTOP.Com, KONAWE KEPULAUAN- Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus dilakukan di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara. Tim kolaborasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar edukasi sekaligus penyusunan jalur evakuasi bencana bersama warga Desa Tombaone Utama, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut dipimpin oleh Dr. Endra Gunawan dari Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB. Tim juga melibatkan Dr. Eka Oktariyanto Nugroho dan Dr. Yuamar Imarrazzan Basarah dari Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Dr. Nuraini Rahma Hanifa dari BRIN, serta Ir. Sulha dari Program Studi Teknik Sipil UHO. Sejumlah mahasiswa ITB dan UHO turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Sosialisasi difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap potensi bencana yang mengancam kawasan pesisir Pulau Wawonii, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga likuifaksi.
Dr. Endra Gunawan menjelaskan, Wawonii Utara merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami. Bahkan, berdasarkan cerita masyarakat setempat, kawasan tersebut pernah diterjang tsunami pada rentang tahun 1950 hingga 1960-an.
“Wilayah ini memiliki kerentanan terhadap gempa dan tsunami. Karena itu, masyarakat perlu memahami risiko yang ada agar mampu melakukan penyelamatan secara cepat dan tepat ketika bencana terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Nuraini Rahma Hanifa menekankan pentingnya penyediaan jalur evakuasi menuju zona aman sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
“Rute evakuasi menuju titik aman harus disiapkan sehingga masyarakat mengetahui lokasi berkumpul ketika terjadi tsunami maupun banjir,” katanya.
Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat, tim bersama warga melakukan identifikasi kawasan rawan genangan sekaligus menyusun jalur evakuasi yang dinilai paling aman jika sewaktu-waktu terjadi tsunami atau banjir.
Berdasarkan keterangan warga, banjir besar di desa tersebut kerap menyebabkan tinggi genangan mencapai dada orang dewasa. Dalam kondisi demikian, proses evakuasi warga terpaksa menggunakan perahu karena akses jalan terputus.
Menanggapi kondisi tersebut, Dr. Eka Oktariyanto Nugroho mengingatkan masyarakat agar segera menuju lokasi dengan elevasi lebih tinggi ketika banjir terjadi serta menghindari daerah yang berpotensi terisolasi oleh genangan maupun arus deras.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kawasan hulu dari aktivitas pembalakan liar. Menurutnya, berkurangnya tutupan vegetasi di daerah hulu dapat meningkatkan limpasan air permukaan sehingga memperbesar risiko banjir di wilayah hilir.
Lebih lanjut, Endra Gunawan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar menyusun jalur evakuasi, tetapi juga membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa gempa bumi, tsunami, dan banjir merupakan bagian dari siklus bencana yang berpotensi terjadi berulang di Sulawesi Tenggara. Dengan meningkatnya kesadaran dan kapasitas masyarakat, diharapkan mereka lebih siap beradaptasi dan menghadapi bencana di masa mendatang,” ungkapnya.
Melalui sosialisasi dan diskusi bersama warga, sejumlah jalur evakuasi menuju lokasi yang lebih aman berhasil dipetakan. Jalur tersebut diharapkan menjadi pedoman masyarakat untuk melakukan evakuasi secara cepat, terarah, dan lebih efektif apabila tsunami maupun banjir kembali melanda wilayah Wawonii Utara. (Red)
Tidak ada komentar