BritaTOP.Com, KENDARI – Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna (ITK Avicenna) Kendari melaksanakan asesmen lapangan Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Program Studi Profesi Ners oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia.
Kegiatan visitasi tersebut menjadi momentum penting bagi ITK Avicenna dalam memperkuat mutu akademik, tata kelola, serta arah transformasi institusi menuju kampus kesehatan yang bereputasi di Indonesia Timur.
Asesmen lapangan dilakukan oleh tiga asesor nasional, yakni Dr. Ns. Misrawati, Prof. Dr. Enie Novieastari, dan Dr. Sri Rejeki.
Kehadiran tim asesor disambut jajaran pimpinan institusi dan seluruh sivitas akademika ITK Avicenna. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, para dekan, Ketua LPPM, Ketua LPMI, para ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta unsur yayasan.
Rektor ITK Avicenna menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan mutu akademik, tata kelola, dan kualitas layanan pendidikan tinggi kesehatan sesuai standar nasional yang ditetapkan LAM-PTKes.
Menurutnya, akreditasi menjadi instrumen penting dalam memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar mutu. Melalui proses tersebut, institusi dapat melakukan evaluasi, pembenahan, dan penguatan berkelanjutan terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan.
“Visitasi ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus memperkuat mutu pendidikan, tata kelola, serta layanan akademik agar mampu menghasilkan lulusan kesehatan yang kompeten dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Visitasi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners juga menjadi bagian dari rangkaian re-akreditasi seluruh program studi yang tengah dijalankan ITK Avicenna. Sebelumnya, Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat dan Program Studi Sarjana Gizi berhasil meraih peringkat Akreditasi Baik Sekali.
Sejumlah program studi lainnya juga sedang dalam proses pengajuan dan penilaian akreditasi sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu institusi secara menyeluruh.
Sementara itu, mewakili yayasan, Dr. H. Asrip Putera menegaskan bahwa asesmen lapangan bukan sekadar agenda administratif akreditasi, melainkan bagian dari transformasi besar yang tengah dilakukan ITK Avicenna.
“Kami memandang proses asesmen lapangan ini sebagai bagian dari perjalanan transformasi ITK Avicenna. Akreditasi bukanlah tujuan akhir, tetapi instrumen untuk memastikan bahwa seluruh proses pendidikan berjalan sesuai standar mutu dan mampu menghasilkan lulusan yang dibutuhkan masyarakat,” kata Asrip.
Menurutnya, ITK Avicenna saat ini memasuki fase pengembangan baru yang ditandai dengan penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta penegasan identitas dan keunggulan institusi.
Ia menjelaskan, arah pengembangan ITK Avicenna ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni inovasi kesehatan komunitas, kewirausahaan, dan teknologi digital. Ketiga pilar tersebut akan diwujudkan melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Sejak Juni 2026, sejumlah program pengembangan mulai dijalankan secara bertahap, meliputi penguatan kurikulum berbasis kebutuhan masyarakat, pengembangan riset kesehatan komunitas, digitalisasi layanan akademik, peningkatan kompetensi dosen, pengembangan jejaring kemitraan, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan.
Fokus tersebut menjadi landasan ITK Avicenna dalam mewujudkan visi sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan yang bereputasi di Indonesia Timur.
Melalui asesmen lapangan LAM-PTKes ini, ITK Avicenna berharap Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Program Studi Profesi Ners dapat meraih hasil terbaik. Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas akademik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Bagi ITK Avicenna, visitasi LAM-PTKes bukan hanya proses evaluasi, tetapi juga momentum untuk menunjukkan kesiapan institusi dalam menghadirkan pendidikan tinggi kesehatan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia Timur. (red)
Tidak ada komentar