Britatop.Com, KENDARI- Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan dan jejaring global mahasiswa melalui penyelenggaraan International Discussion bertajuk “International Internship in Daihatsu Japan: Strengthening Global Mobility and Industrial Competency for Future Engineers”. Kegiatan berlangsung di Gedung WTC Unsultra, Rabu (19/11).
Diikuti jajaran pimpinan universitas, mahasiswa, serta perwakilan JWB (Japan World Business) dan pihak Daihatsu Jepang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis Unsultra dalam memperkuat kerja sama internasional, khususnya pada bidang pengembangan kompetensi mahasiswa teknik melalui program magang industri di Jepang.
Perwakilan Daihatsu Japan, Mr. Nakayama Junro mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) dalam menyambut program magang internasional di Jepang, khususnya di perusahaan Daihatsu.

“Luar biasa, mahasiswa Unsultra sangat bersemangat mengikuti program internship di Jepang. Saya berharap ke depan semakin banyak mahasiswa dari kampus ini yang bisa berangkat mengikuti program tersebut. Semoga teman-teman semua selalu sehat,” ujarnya.
Nakayama juga menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama yang terjalin antara Unsultra dan pihak perusahaan Jepang, yang menurutnya berjalan sangat baik.
Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc., Agric, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan pihak Daihatsu terhadap program magang yang telah berjalan. Saat ini, terdapat 14 mahasiswa Unsultra yang tengah mengikuti program magang di Jepang, dan menurutnya mereka menikmati serta menjalani proses tersebut dengan penuh semangat.

“Program magang di Jepang semakin menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa untuk mengikuti jejak senior-seniornya. Kuota magang tidak kami batasi, selama mereka lolos tes dan dinyatakan diterima, maka mereka siap diberangkatkan,” ungkap Rektor.
Ia menambahkan bahwa kesiapan mental, kesehatan, dan kemauan bekerja menjadi modal utama para mahasiswa. Sementara aspek keterampilan teknis akan dilatih di Jepang selama program berlangsung. Kendala bahasa pun bukan hambatan besar karena mahasiswa akan menyesuaikan secara bertahap.
Prof. Andi Bahrun menegaskan bahwa mahasiswa tetap memperoleh pengakuan SKS melalui rekognisi mata kuliah selama menjalani magang luar negeri. Hal ini menjadi wujud komitmen kampus dalam memastikan aspek akademik tetap berjalan.

“Unsultra sangat mendorong program magang luar negeri karena manfaatnya luar biasa. Mereka mendapatkan keterampilan, pengalaman, wawasan global, pemahaman budaya, hingga peluang karier di perusahaan Jepang,” jelasnya.
Selain itu, Rektor menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi melalui kinerja dan disiplin selama mengikuti program. Rekam jejak positif mahasiswa akan memperkuat kepercayaan perusahaan Jepang terhadap Unsultra.

“Manfaat lainnya, mahasiswa dapat mentransfer pengalaman kepada junior dan dosennya, sehingga berdampak pada pengembangan kurikulum dan peningkatan kompetensi di program studi,” ujarnya.
Melalui program ini, Unsultra berharap mahasiswa semakin siap bersaing di dunia kerja internasional, mampu membawa harum nama kampus, membanggakan orang tua, dan memberikan kontribusi bagi daerah.

Dengan kerja sama yang terus diperluas, Unsultra menegaskan komitmennya menjadi kampus yang adaptif, inovatif, dan berorientasi global dalam membentuk generasi engineer masa depan yang berdaya saing internasional.
Perwakilan JWB, Mr. Kenji Kondo mengatakan, bahwa pihaknya memilih kampus ini (Unsultra) karena memang kerja samanya tidak pernah dipersulit dan selalu mendapatkan dukungan langsung dari Pak Rektor. Dari Jepang pun mereka senang, karena setiap kali datang ke sini selalu disambut dengan sangat hangat.
Ia menambahkan bahwa pola pikir dan komitmen Rektor Unsultra dalam membina mahasiswa meninggalkan kesan mendalam bagi pihak Jepang.

“Cara Pak Rektor mengurus mahasiswa itu sangat menyentuh hati mereka (pihak Jepang), sehingga mereka merasa sangat senang. Apalagi program ini memiliki top leader langsung dari Pak Rektor sendiri, jadi mereka tidak khawatir,” tuturnya.
Ia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan. “Saat ini baru 1–2 perusahaan yang bekerja sama memberangkatkan mahasiswa ke Jepang. Tetapi ke depan, kami akan mempromosikan Unsultra ke lebih banyak perusahaan di Jepang agar semakin banyak kesempatan bagi mahasiswa, dan Unsultra bisa menjadi kampus yang lebih besar lagi,” tutupnya. (Red)
Tidak ada komentar