UHO Resmi Selenggarakan PPDS Ilmu Bedah, Rektor Harap Segera Dibuka Spesialis OBGYN

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 21:27 54 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo, Herman, SH., LLM, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Diktisaintek beserta jajaran atas kepercayaan yang diberikan kepada UHO untuk menyelenggarakan Pendidikan Program Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan langkah besar dalam penguatan mutu pendidikan kedokteran sekaligus peningkatan layanan kesehatan di Sulawesi Tenggara.

Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tenggara atas dukungan Pemerintah Provinsi yang dinilai sangat membantu proses persiapan hingga terealisasinya program tersebut.

“Ini merupakan tujuan mulia, bukan hanya untuk Fakultas Kedokteran atau Universitas Halu Oleo semata, tetapi juga untuk masyarakat Sulawesi Tenggara secara umum,” ujarnya.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Haerani, yang selama ini membimbing dan mendampingi sebagai pembina PPDS Fakultas Kedokteran UHO. Rektor berharap bimbingan tersebut terus berlanjut demi menjaga kualitas dan standar pendidikan spesialis.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada tim pendamping Satgas dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) yang telah melakukan pendampingan intensif hingga program ini dapat berjalan sesuai regulasi.

Rektor juga menegaskan pentingnya dukungan rumah sakit pendidikan mitra Fakultas Kedokteran UHO, yakni RSUD Bahteramas, RSU Kota Kendari, RS Ismoyo, dan RS Bhayangkara Kendari.

“Kami sadar betul tanpa dukungan rumah sakit mitra, tentu akan sulit menyelenggarakan PPDS ini,” katanya.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa Universitas Halu Oleo berkomitmen seratus persen mendukung penyelenggaraan PPDS Ilmu Bedah sepanjang tidak menyalahi aturan yang berlaku.

Ia juga mengungkapkan harapan agar dalam waktu dekat UHO kembali diberikan kepercayaan untuk membuka Program Studi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (OBGYN). Pasalnya, pada rencana awal terdapat dua prodi spesialis yang diajukan, yakni Ilmu Bedah dan OBGYN, namun yang terealisasi saat ini baru Spesialis Ilmu Bedah.

“Kami berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat diberikan kepercayaan untuk menambah Prodi Dokter Spesialis OBGYN,” pungkasnya. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA