Polda Sultra Gerak Cepat Implementasikan Quick Wins Kapolri, 150 Mangrove Ditanam di Teluk Kendari

waktu baca 3 menit
Jumat, 16 Okt 2026 21:38 6 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI – Program Quick Wins Kapolri mulai diterjemahkan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) ke dalam aksi nyata di daerah. Salah satunya melalui penanaman 150 batang mangrove di kawasan Teluk Kendari, tepatnya di depan Kantor Camat Kendari Barat, Jumat (16/10/2026).

Dipimpin langsung Kapolda Sultra, Irjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., kegiatan tersebut menjadi langkah konkret Polda Sultra dalam mendukung program prioritas Kapolri, khususnya Quick Wins pertama mengenai penciptaan ruang publik yang aman, termasuk melalui upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Penanaman mangrove ini melibatkan Wakapolda Sultra, Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra, personel Brimob, Polairud, instansi terkait, perwakilan pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Keterlibatan lintas sektor tersebut menegaskan bahwa implementasi kebijakan di tingkat daerah tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga lewat kolaborasi untuk menjawab persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Kapolda Sultra menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program Quick Wins Kapolri yang mencakup 41 kegiatan dan 165 rencana aksi dalam 100 hari. Salah satu fokusnya adalah menciptakan ruang publik yang aman, termasuk dengan menjaga lingkungan.

Menurutnya, karakteristik geografis Sulawesi Tenggara yang memiliki wilayah perairan luas membuat kawasan pesisir perlu mendapat perhatian, terutama terhadap ancaman abrasi.

“Karakteristik wilayah Sulawesi Tenggara ini adalah perairan dan cenderung memiliki kerawanan abrasi. Karena itu, hari ini kami melakukan penanaman 150 batang pohon mangrove sebagai tahap pertama, bersama-sama dengan masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Penanaman mangrove harus menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan pemeliharaan dan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan pesisir.

“Diharapkan ini tidak hanya seremoni, tetapi menjadi bagian dari keberlanjutan. Sehingga program Quick Wins Kapolri ini terus berlanjut sampai manfaatnya dirasakan hingga masa depan,” jelasnya.

Selain mendukung pelestarian lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Keterlibatan anak-anak dalam penanaman mangrove diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap alam sejak dini.

Kapolda menilai, kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun sejak kecil agar menjadi kebiasaan ketika mereka tumbuh dewasa. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dari lingkungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk merawatnya.

Menurutnya, kelestarian lingkungan berkaitan erat dengan keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan sumber daya alam perlu dilakukan secara bijaksana agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Selaras dengan Program Jaga Bumi Anoa

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa penanaman mangrove tersebut juga sejalan dengan program Polda Sultra, yakni Jaga Bumi Anoa.

Program ini mencakup lima aspek, yaitu menjaga masyarakat, menjaga wilayah, menjaga lingkungan, menjaga persatuan, dan menjaga kepercayaan.

Penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk pelaksanaan aspek menjaga lingkungan, sekaligus menunjukkan bagaimana kebijakan Kapolri diterjemahkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah Sulawesi Tenggara.

“Ini linier dengan program yang ada di Polda Sulawesi Tenggara, yaitu Jaga Bumi Anoa. Kami mengimplementasikan dan menerjemahkan kebijakan Bapak Kapolri dengan menyesuaikan karakteristik wilayah Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Sultra mendorong agar program Quick Wins Kapolri tidak hanya menjadi agenda di tingkat pusat, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat di daerah.

Penanaman 150 batang mangrove di Teluk Kendari menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.

Ke depan, keberlanjutan program dan keterlibatan masyarakat diharapkan menjadi kunci agar upaya pelestarian lingkungan memberikan manfaat nyata bagi ekosistem pesisir sekaligus mendukung kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Bagi Polda Sultra, menjaga lingkungan merupakan bagian dari upaya menjaga wilayah dan masyarakat Bumi Anoa, sekaligus menerjemahkan program prioritas Kapolri menjadi aksi nyata di daerah. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA