Pertamina Patra Niaga dan Pertamedika IHC Hadirkan Program CSR Kesehatan dan Lingkungan di Makassar

waktu baca 2 menit
Kamis, 11 Sep 2025 20:18 32 Tim Redaksi

BritaTop.Com, MAKASSAR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama PT Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika IHC) menggulirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan kepedulian lingkungan di Kota Makassar.

Program ini melibatkan Rumah Sakit Operasional Joint (RSOJ) Pertamina Royal Biringkanaya sebagai mitra pelaksana dan menjadi bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fanda Chrismianto, menyatakan bahwa program ini menjadi bukti nyata sinergi antar anak perusahaan Pertamina.

“Program CSR ini membuktikan bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan dan lingkungan sekitar perusahaan,” ujarnya.

Program CSR tersebut diwujudkan dalam tiga kegiatan utama di tiga lokasi berbeda, yaitu:

  1. Upskilling Kader Posyandu – Sebanyak 40 kader Posyandu dilatih pencegahan stunting dan teknik pijat bayi di RSOJ Pertamina Royal Biringkanaya.
  2. Posyandu Hijau – Penanaman dan penyerahan 30 bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada tiga puskesmas di Kelurahan Daya untuk mendorong pemanfaatan tanaman obat alami.
  3. Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk Siswa – Sebanyak 30 siswa dari enam sekolah dilatih keterampilan dasar penyelamatan jiwa guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan bencana.

Pertamina Patra Niaga Sulawesi turut mendukung program dengan menyediakan 8 unit timbangan digital, 7 tandu, dan 11 kotak P3K. Selain itu, empat Local Hero CSR turut berbagi kisah inspiratif, serta enam kader Posyandu berperan aktif dalam kegiatan.

Corporate Secretary Pertamedika IHC, Sari Narulita, berharap program ini membawa dampak berkelanjutan.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Pertamedika IHC dalam meningkatkan pengetahuan, kompetensi, serta mendorong pemanfaatan TOGA sebagai warisan asli Indonesia,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Amson Padolo, S.Sos., M.Si., yang menilai pelatihan BHD sebagai langkah strategis membangun ketangguhan masyarakat sejak dini.

“Pengetahuan ini sangat penting, terutama dalam menghadapi situasi darurat,” tegasnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menekankan keterkaitan program ini dengan agenda pembangunan global.

“Kegiatan ini mendukung SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Harapannya, program ini bisa menjadi model kolaborasi berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Melalui program ini, Pertamina berkomitmen memperkuat sinergi dengan masyarakat, menciptakan lingkungan sehat, hijau, dan mandiri di Kota Makassar. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA